Kamis, 26 November 2020
Wisata & Sejarah

Api Abadi Mrapen, Wisata Unik Grobogan

Rabu, 27 Mei 2020
IST.
MUNCUL ke permukaan bumi sepanjang masa, bahkan tidak pernah padam. Api Abadi Mrapen menjadi salah satu fenomena alam yang ada di Indonesia.*

KISUTA.com - Api abadi di Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah merupakan salah satu fenomena alam. Tidak saja karena muncul ke permukaan bumi sepanjang masa, bahkan tidak pernah padam, tetapi menjadi salah satu fenomena alam yang ada di Indonesia.

"Baru kali ini saya menemukan tempat seperti ini," ungkap Sutrisno, wisatawan asal Cianjur yang sempat mampir di Mrapen.

Bahkan api abadi Mrapen menjadi monumen bersejarah seperti Monumen Ganefo I karena pada tahun 1963 api Mrapen diambil untuk upacara Ganefo I, tahun 1981 api Mrapen juga digunakan sebagai Api PON X di Jakarta, dan sebagainya.

Saking unik dan menjadi monumen bersejarah, api abadi Mrapen menjadi daya tarik sebagai tempat tujuan wisata. Api itu berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.Tepatnya di pinggir jalan raya Purwodadi – Semarang.

Api abadi Mrapen terjadi sebagai akibat dari terbakarnya gas alam yang muncul ke permukaan bumi. Konon menurut cerita rakyat setempat, terjadi sejak Sunan Kalijaga dalam perjalanan memindahkan benda-benda berharga milik kerajaan Majapahit ke kerajaan Demak. Rombongan Sunan Kalijaga sempat istirahat di tempat itu.

Karena daerah itu tidak ada air dan api, saat hendak memasak bekal, Sunan Kalijaga kemudian berdoa dan menancapkan tongkatnya. Ketika tongkatnya dicabut, keluarlah api yang menyala hingga saat ini. Setelah itu, di dekatnya menancapkan tongkat lagi, saat dicabut keluar air. Sehingga keduanya bisa dimanfaatkan oleh rombongan Sunan Kalijaga.

Oleh karena itu, di area Mrapen ditemukan api abadi dan mata air. Bahkan terdapat benda peninggalan Sunan Kalijaga berupa umpak atau landasan tiang bangunan kerajaan Majapahit yang ditinggal di kawasan itu. "Itulah peninggalan Sunan Kalijaga yang ada di area Api Abadi Mrapen," ungkap Joyo, penduduk setempat.

Kini api abadi Mrapen, dari tahun ke tahun ada perbaikan. Semula memang sempat kumuh tak terawat. Kini selain dibangun sejumlah bangunan fasilitas, juga kebersihan mulai dijaga. "Artinya tidak kumuh dan membuat nyaman bagi pengunjung yang berwisata," ujarnya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR