Kamis, 16 Juli 2020
Wisata & Sejarah

Fort Marlborough, Bukti Inggris Pernah Berkuasa di Bengkulu

Minggu, 28 Juni 2020
Eko Prasetyo/KISUTA.com

KISUTA.com - Fort Marlborough adalah satu benteng Inggris di kawasan Nusantara. Adanya benteng Inggris di kawasan Bengkulu tersebut menunjukkan bukti bahwa Inggris pernah berada di Bengkulu. Ketika kita menginjakkan kaki di kota Bengkulu, bayangan tentang Gubernur Jenderal Inggris Raffles tentu memenuhi benak kita.

Kehadiran Sir Thomas Stamford Raffles di kawasan Bengkulu, ternyata meninggalkan beberapa peninggalan sejarah terkenal, seperti bangunan benteng pertahanan dan bunga yang sangat terkenal yakni bunga Raflfesia.

"Adanya Benteng Marlborogh dan bunga Rafflesia merupakan bukti bahwa Inggris pernah berkuasa di Indonesia, yakni Bengkulu," ungkap Ikhsan, anggota Polisi Pamong Praja kota Bengkulu yang mendampingi wartawan Kisuta.com selama di kota Bengkulu.

Ikhsan menceritakan, selama Sir Thomas Stamford Raffles berada di Bengkulu, Bengkulu menjadi pusat operasi perusahaan Inggris di Sumatera. Sejumlah pos perdagangan dibentuk. Selain untuk berdagang juga untuk mengawasi daerah pendudukan Inggris di Bengkulu.

"Belajar dari pengalaman Belanda, bangsa Inggris merasa perlu mengupayakan perlindungan militer dan membangun perbentengan demi keamanan," jelasnya.

Oleh Deputi Gubernur Inggris di Bengkulu pada tahun 1712 yakni Joseph Collet kemudian membangun benteng yang diberi nama Marlborough. Pembangunan benteng berlangsung sekitar 4 tahun. "Namun Bangunan awal berbeda dari bangunan yang terlihat sekarang," ujarnya.

Pada tahun 1759 perbentengan ini dilengkappi dengan parit kecil yang masih dapat dilihat sampai saat ini. Parit ini dalamya sekitar 1,8 meter dan lebar 3,6 meter. Tanah galiannya diletakkan antara dinding benteng yang lama dengan dinding yang baru sebelah luarnya yang khusus dibangun dengan tujuan untuk meredam serangan proyetil meriam. "Penambahan ini membuat benteng terlihat seperti sekarang dengan pelataran meriam yang diperluas beserta tembok bentengnya.

Benteng Marlborough merupakan benteng terbesar di luar India yang pernah dibangun oleh East India Company. Luasnya benteng ini segera terlihat setelah kita memasuki benteng melalui gerbang selatan yang dahulu dikenal sebagai The Great Gate. Bangunan yang berbatasan dengan gerbang selatan merupakan bagian asli dari benteng yang dibangun pada tahun 1714 – 1718. Perubahan pada bagian ini hanya dilakukan sebelah dalam saja.

Tiga ruang sebelas kiri yang kini berisi benda pameran yang memperlihatkan bagian tahapan sejarah dan pendirian benteng ini termasuk perbaikannya, dahulu dipergunakan sebagian kediaman para perwira. Pada tahun 1783 ruang ini dirubah menjadi gudang senjata dan tempat penyimpanan amunisi senjata ringan.

Jika kita keluar dari bagian dalam benteng melalui gerbang selatan terdapat menara pengamatan (look out tower) yang digunakan untuk memantau pulau tikus yang menjadi pos sinyal. Pos di pulau tikus ini akan mengirimkan tanda ke Benteng secepatnya apabila ada kapal yang memasuki perairan Bengkulu. "Namun menara pengamatan ini rusak karena gempa bumi," ujar Ikhsan.* eko prasetyo - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR