Jumat, 27 November 2020
Wisata & Sejarah

Menikmati Sate Maranggi, Lezatnya Sate Khas Sunda

Minggu, 21 Juni 2020
Eko Prasetyo/KISUTA.com
SATE Maranggi dan ketan yang sedang dibakar.*

KISUTA.com - Kita belumlah lengkap saat melewati, bahkan mampir di daerah Cianjur dan Cipanas, Jawa Barat apabila belum menikmati Sate Maranggi. Berbeda dengan sate daerah lain, sate khas Sunda ini dagingnya daging sapi, bumbu sambal yang dioleskan pada daging sate berupa bumbu oncom.

"Umumnya sate Marangge dimakan dengan nasi yang dibungkus daun pisang. Selain nasi, sate itu sering dimakan dengan jadah ketan bakar. Sate Maranggi merupakan makanan khas Jawa Barat, bahkan Sunda," ujar Sutrisno, penduduk Ciherang Cianjur saat bertemu di Warung Sate Maranggi Sari Asih, Cianjur.

Ada yang membedakan sate Maranggi dengan sate daerah lain. Sebelum dibakar, menurut Sutrisno, sate direndam pada bumbu, perpaduan antara kecap manis dengan beberapa jenis rempah seperti jahe, ketumbar, lengkuas, kunyit dengan sedikit cuka.

"Makannyapun memakai sambel oncom. Sate Maranggi memakannya biar lezat sebenarnya bukan dengan nasi tetapi ketan bakar," ujarnya.

Harga sate Maranggi, menurut Sutrisno, tidak mahal. Makannya dihitung pertusuk sate. Satu tusuk sate campur lemak Rp 3.000,- dan satu tusuk daging polos Rp 4.000,- "Jadi yang dihitung banyaknya tusuk sate," ungkapnya.

Sate Maranggi banyak ditemui di daerah Jawa Barat, terutama Cianjur, Cipanas, Sukabumi dan Purwakarta. "Karena itu, ketika lewat Cianjur atau Cipanas jangan lupa mencicipi Sate Maranggi, selain lezat, juga khas Sunda," ujarnya.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR