Selasa, 24 November 2020
Wisata & Sejarah

Naskah Al-Quran Tertua Ini Tersimpan Baik di Inggris

Jumat, 9 Oktober 2020
BBC
NASKAH Al-Quran yang diduga berusia 1.370 tahun ditemukan tersimpan di perpustakaan University of Birmingham, Inggris.*

KISUTA.com - Umat muslim pantas berbahagia. Naskah Al-Quran yang diduga berusia 1.370 tahun ditemukan tersimpan utuh. Alhamdulillah.

Dikabarkan BBC, beberapa waktu lalu, naskah Al-Quran tertua tersebut tersimpan di perpustakaan University of Birmingham, Inggris. Keberadaannya tidak disadari oleh pihak perpustakaan. Padahal sudah seabad lamanya manuskrip berhuruf Arab - yang ternyata bagian dari Al-Quran - tersebut tersimpan di perpustakaan ini.

Naskah kuno tersebut adalah bagian dari Mingana Collection, yang terdiri atas 3.000 dokumen dari Timur Tengah yang dikumpulkan oleh Alphonse Mingana, seorang Imam Kasdim (Chaldeans) yang lahir dekat Mosul, Irak pada 1920-an. Upayanya mengumpulkan naskah-naskah kuno di Timur Tengah disponsori oleh Edward Cadbury, seorang jutawan yang menjadi bagian dari dinasti pembuat cokelat terkenal dunia.

Keberadaan Al-Quran tersebut baru disadari ketika seorang peneliti doktoral atau PhD yang sedang menelaah laman-laman dalam manuskrip tersebut, memutuskan untuk melakukan uji penanggalan radiokarbon (radiocarbon dating). Tak dinyana, hasilnya amat mencengangkan. Uji penanggalan radiokarbon mengungkap, naskah kuno tersebut setidaknya berusia 1.370 tahun, menjadikannya salah satu Al-Quran versi paling awal. Manuskrip tersebut ditulis dengan huruf Hijazi, yaitu versi awal huruf Arab.

Kurator dari Perpustakaan Inggris atau British Library, Dr. Muhammad Isa Waley mengatakan, temuan menarik tersebut pasti akan membuat umat Muslim, "bersukacita". “Naskah dua lembar tersebut ditulis tangan dengan huruf Hijazi yang indah, hampir bisa dipastikan berasal dari masa 3 khalifah, yaitu Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Usman bin Affan. Antara tahun 632 dan 656,” katanya.

Dr. Waley menambahkan, di bawah kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan, salinan Al-Quran mulai didistribusikan. Tak semua ditulis dalam lembaran kulit hewan yang awet. "Masyarakat Muslim kala itu tak cukup mampu untuk menyediakan tumpukan kulit hewan untuk dibuat menjadi kopian Al-Quran dalam jumlah besar," kata dia.

Dr. Waley berpendapat, manuskrip yang ditemukan University of Birmingham adalah “salinan berharga yang selamat” dari masa itu atau bahkan lebih awal. "Dalam banyak hal, dengan keindahan isi dan tulisan Hijazi, yang secara mengejutkan masih jelas terbaca, itu adalah kabar baik yang membuat Umat Muslim bersuka cita," ungkapnya.

Sementara itu Direktur koleksi khusus University of Birmingham, Susan Worrall mengatakan, para peneliti sama sekali tak mengira usia naskah Al-Quran tersebut begitu tua. "Mengetahui bahwa kami memiliki salah satu fragmen Al-Quran tertua di muka bumi, rasanya sungguh luar biasa," katanya seperti dimuat di BBC.

Uji radiocarbon yang dilakukan Oxford University Radiocarbon Accelerator Unit mengungkapkan, Al-Quran yang ditulis di atas lembaran kulit domba atau sapi tersebut, merupakan salah satu teks tertua Alquran yang selamat dari perubahan zaman. Hasil tes tersebut menyarankan sejumlah kemungkinan, yang menunjukkan probabilitas 95 persen bahwa perkamen tersebut berasal dari masa 568 dan 645 Masehi.

Uji radiokarbon memang menghasilkan berbagai kemungkinan usia yang tumpang tindih. Jadi, tak mungkin untuk mengklaim bahwa naskah tersebut adalah yang tertua di dunia. Namun, penanggalan Al-Quran koleksi University of Birmingham membuatnya menjadi salah satu yang paling kuno.

"Naskah tersebut membuat kita melakukan napak tilas ke masa-masa awal berdirinya agama Islam. Menurut keyakinan Muslim, Nabi Muhammad menerima wahyu yang kemudian dibukukan dalam Al-Quran, antara tahun 610 dan 632 ketika beliau wafat," kata Prof. David Thomas, dosen pengetahuan tentang Kristen dan Islam di University of Birmingham.

Menurut Prof. Thomas, berdasarkan data penanggalan radiokarbon, dimungkinkan orang yang menulis naskah tersebut hidup di masa yang sama dengan Rasulullah. "Sosok yang menulis naskah tersebut mungkin mengenal sosok Nabi Muhammad. Ia mungkin bertemu dengan Sang Rasul, mungkin juga mendengar langsung syiarnya. Penulis itu bisa jadi mengenal sosok Nabi secara pribadi," katanya.

Sang profesor mengatakan, pihaknya akan menunjukkan pada orang-orang di Birmingham bahwa mereka memiliki "harta yang tidak ada duanya". Sebuah Al-Quran yang mungkin menjadi yang tertua yang pernah ditemukan hingga saat ini.

Tak hanya para ilmuwan yang bersuka ria, komunitas Muslim Inggris setempat juga mengaku bahagia. Apalagi, pihak universitas mengatakan, naskah kuno tersebut akan dipamerkan untuk umum.

"Saat melihat naskah tersebut, hatiku tergetar. Air mata kebahagiaan dari emosi jiwa yang meluap tergenang di mataku. Saya yakin, semua orang di seluruh Inggris akan datang ke Birmingham untuk menyaksikannya," kata Muhammad Afzal, pemimpin Birmingham Central Mosque.* uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR