Rabu, 12 Agustus 2020
Wisata & Sejarah
Makam Nyi Ageng Serang

Wisata Ritual di Tengah Waduk Kedung Ombo

Minggu, 7 Juni 2020
Eko Prasetyo/KISUTA.com

KISUTA.com - Barangkali kita belum pernah tahu ada sebuah makam di tengah genangan air waduk. Tetapi di tengah genangan air Waduk Kedung Ombo (WKO) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terdapat sebuah makam, yakni makam Nyi Ageng Serang.

Untuk mencapai lokasi makam tersebut, pengunjung harus menggunakan perahu atau sampan atau speed boat.

"Makam Nyi Ageng Serang itu makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat, bahkan sering untuk tujuan wisata ritual," ungkap Sutriani, penduduk setempat saat ditemui di Dusun Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

Untuk mencapai ke makam itu, kata Sutriani, ada tiga pintu masuk. Masuk dari Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, atau Kabupaten Boyolali. Namun kali ini dirinya memilih masuk dari Desa Wonoharjo.

"Tapi kali ini saya melalui Dusun Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali. Kebetulan di Dusun Bulu Serang, ada tempat wisata waduk Kedung Ombo," lanjutnya.

Menurut Sutriani, untuk mencapai makam dari Dusun Bulu Serang bisa menaiki perahu boat, dengan menempuh waktu sekitar 15 menit. Sewa perahunya Rp 100.000 perjalanan pulang pergi.

Sementara Pemilik perahu boat yang mengantar menuju makam, Paijo bercerita, Nyi Ageng Serang merupakan seorang pahlawan melawan penjajah yang berasal dari daerah setempat.

Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Ia adalah anak Pangeran Natapraja yang menguasai wilayah dari Kerajaan Mataram di Serang perbatasan Sragen-Grobogan.

Nyi Ageng Serang dulu dikenal sebagai penyebar agama Islam di daerah Sragen, Boyolali dan Grobogan. Nyi Ageng Serang meninggal pada tahun 1828 dan dimakamkan di Dusun Bulu Serang, Desa Wonoharjo.

"Dulu area pemakaman berada di daratan di atas perbukitan. Tapi karena daerah tersebut terkena pembangunan Waduk Kedung Ombo maka makam tersebut menjadi berada di tengah waduk. Sehingga untuk mencapai makam musti memakai perahu atau speed boat," lanjutnya.

Kini makam Nyi Ageng Serang berupa bangunan kecil mengapung di tengah waduk Kedung Ombo berukuran sekitar 12 x 8 meter. Samping kiri kanan pintu masuk terpasang bendera Merah Putih.

"Setiap bulan Suro atau Muharam, banyak dikunjungi wisatawan yang hendak berziarah, tidak hanya wisatawan Grobogan atau Sragen atau Boyolali, tetapi juga Surabaya, Semarang, Solo dan sebagainya," ujarnya.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR