Sabtu, 24 Oktober 2020
Sosok Inspirasi

Bintang Timur Foundation, Gebrakan Positif Mahasiswa UNS di Wonogiri

Rabu, 29 Juli 2020
IST.
INILAH pasukan Bintang Timur Foundation (BTF) dari Wonogiri.*

KISUTA.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berdomisili di Kabupaten Wonogiri menginisiasi platform yang berfokus pada pengembangan potensi masyarakat di Kabupaten Wonogiri. Mereka berfokus pada bidang pendidikan, sosial, dan budaya untuk mengembangkan kualitas dan kapabilitas masyarakat dalam menciptakan perubahan sosial. Platform tersebut bernama Bintang Timur Foundation (BTF) yang terbentuk sejak 18 Maret 2019.

BTF diinisiasi oleh Dian Nugroho dan teman-temannya yang berada di Kabupaten Wonogiri. Dian berasal dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS selaku CEO dan Founder. Terdapat pula Rizqi Anjar, mahasiswa Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sebagai sekretaris, Rizky Rachmawati dari Pendidikan Administrasi dan Perkantoran (PAP) FKIP yang berperan sebagai commisioner.

Selain itu, terdapat beberapa bidang di BTF, diantaranya adalah sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, media informasi, dan HRD. Pada bidang sosial dikoordinatori oleh Rizki Setyo Cahyono. Pada bidang budaya terdapat Dhiya Restu Putra, pada bidang pendidikan terdapat Devi Aditya Sinta dan Lina Dwi Cahya, pada bidang ekonomi terdapat Rohmad Romadhon, dan bidang media informasi dikoordinatori oleh Bety Ayu. Sementara bidang HRD dikoordinatori oleh Siti Aminah.

Dian mengaku, BTF terbentuk sebagai wujud pengabdiannya bersama teman-temannya di Wonogiri. "Alasan kami berdiri karena sebagai wujud pengabdian kepada tanah kelahiran, karena kami percaya bahwa perubahan terjadi ketika para mahasiswa sebagai masyarakat terdidik peduli dengan lingkungan tempat lahirnya. Soko ndeso bali ndeso, dari desa kembali ke desa," jelas Dian, Rabu (29/7/2020).

Kegiatan pendidikan yang terdapat di BTF merupakan kegiatan edukasi untuk anak-anak sekolah dari usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan yang dilakukan seperti literasi buku dan belajar bersama yang dilaksanakan 1 kali dalam sepekan. Meski di tengah pandemi, kegiatan ini masih berlangsung hingga kini. BTF membuka program belajar bersama dan pelatihan mengaji bagi anak-anak daerah setempat.

Selain itu, terdapat pula kegiatan sosial. Kegiatan yang dimaksud berupa program bantuan ketika terdapat bencana di Kabupaten Wonogiri. Terdapat pula program sosialisasi kesehatan untuk mengedukasi masyarakat Wonogiri akan gaya hidup sehat yang penting untuk diterapkan. Dalam program budaya, BTF akan melakukan latihan kesenian daerah seperti Reog Ponorogo. Hal ini dimaksudkan agar anak muda dapat akrab dengan budaya daerah tersebut.

Dian berharap, dengan adanya BTF ini dapat berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik. "Harapannya bisa berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya," kata Dian.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR