Senin, 26 Oktober 2020
Sosok Inspirasi
Fatma dan Irfina

Dua Mahasiswi UNS Ini Sabet Juara 1 di Ajang LENSU 2020

Jumat, 16 Oktober 2020
Humas UNS

KISUTA.com - Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menorehkan prestasi pada ajang Lomba Esai Nasional Sosiologi Universitas Sriwijaya (Unsri) atau yang disingkat (LENSU) 2020. Pada lomba yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Unsri dan Program Studi (Prodi) Sosiologi FISIP Unsri ini, mereka berhasil menyabet juara 1 dengan menyisihkan 329 peserta.

Dua mahasiswa UNS tersebut yakni Fatma Juliana Kartikasari dari Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan dan Irfina Widya Istiqomah dari Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian (FP) UNS. Di bawah bimbingan Gani Cahyo Handoyo S.P., M.Si., selaku Dosen Prodi S1 Agroteknologi, mereka berhasil membuat judul penelitian “Go-Zero (Go Zoo Hero): Pioneer Kebangkitan Sektor Pariwisata Kebun Binatang Berbasis Mobile Android di Era New Normal”.

Lomba ini diselenggarakan secara daring. Terdapat beberapa alur lomba yang harus mereka ikuti hingga menyabet juara 1. Tahap awal yakni pendaftaran dan pengumpulan karya dilakukan pada 20 Juli 2020 hingga 14 September 2020. Penjurian karya berlangsung dari 15 September 2020 hingga 26 September 2020. Lomba ini hanya melakukan seleksi paper tanpa harus melakukan presentasi. Pengumuman pemenang diumumkan pada Minggu (27/9/2020) lalu melalui akun Instagram @sosiologifisipunsri.

Dalam mengikuti lomba ini, Fatma mengaku mereka mencoba mencari kegiatan yang produktif untuk mengisi waktu luang selama pandemi.

“Kendalanya harus dikerjakan bersamaan dengan tugas perkuliahan sehingga harus bisa memajemen waktu,” tutur Fatma kepada wartawan di Kampus UNS, Jumat (16/10/2020).

Adanya Go-Zero, berawal dari keresahan Fatma dan Irfina mengenai nasib kebun binatang selama pandemi Covid-19 yang mengalami penurunan pengunjung secara signifikan. Mereka berharap, ide lomba ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

“Berawal dari melihat nasib kebun binatang selama pandemi Covid-19 yang mengalami kemerosotan luar biasa, perlu adanya inovasi agar kebun binatang tetap mendapat penghidupan yang layak. Saya berharap setelah mengikuti lomba, semoga ide dan gagasan dapat direalisasikan sehingga bisa menjadi penyelamat, hero dalam judul karya ini, dalam artian sebenarnya,” pungkas Fatma.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR