Rabu, 27 Oktober 2021
Sosok Inspirasi

FKIP UNS Gelar Webinar Nasional Pembelajaran Sains

Selasa, 28 September 2021
Humas UNS

KISUTA.com – Selasa, 28 September 2021 telah berlangsung Webinar Nasional Pendidikan Sains yang diselenggarakan oleh S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meetings. Webinar ini juga dapat disimak secara live melalui kanal YouTube Semar TV bagi mereka yang tidak dapat bergabung melalui aplikasi Zoom Meetings. Tema yang diusung dalam Webinar Nasional ini yaitu “Problematika Pembelajaran Sains Pasca Pandemi Covid-19 di Era Digital” dengan dua topik bahasan menarik serta dua pembicara yang kompeten di bidangnya. Pembicara dalam webinar kali ini yakni, Dr. Munzil, S.Pd., M.Si dari Korprodi Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang dan Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si. Kaprodi S2 Pendidikan Sains Pascasarjana FKIP UNS.

Webinar Nasional Pendidikan Sains 2021 ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah dilaksanakan dari tahun ke tahun. Acara diawali dengan laporan ketua panitia Webinar Nasional Pendidikan Sains 2021, Dr. Bramastia, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa peserta acara ini telah mencapai 300 orang serta berharap acara bisa berjalan dengan lancar. Setelah dilakukan laporan ketua panitia, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kaprodi S2 Pendidikan Sains FKIP UNS, Dr. Sarwanto, M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pemilihan tema webinar ini merupakan suatu bentuk keresahan akan problematika yang timbul di masa pandemi covid-19 ini. Ia juga berharap agar proses pembelajaran sains dengan penggunaan teknologi digital dapat berkembang dan ide-ide kreatif muncul setelah diadakannya webinar ini sehingga dapat ditindaklanjuti dalam pembelajaran ke depannya.

Pembukaan Webinar Nasional ini ditutup oleh sambutan dari Dekan FKIP UNS, Dr. Mardiyana, M.Si sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa di masa pandemi tentunya kita sudah memiliki sebuah kreativitas. Sekarang pembelajaran saat ini bisa dilakukan dimana saja, Laboratorium tidak terbatas hanya di di ruangan lab itu sendiri, tetapi bisa di ruang ruang lain yang bisa kita gunakan sebagai laboratorium dan juga dengan kemajuan teknologi, kita harus bisa memanfaatkan inovasi dalam pembelajaran. Bapak ibu guru dosen pun juga harus banyak memanfaatkan teknologi pembelajaran. Sekarang ini ada yang namanya artificial dan augmented reality, sehingga banyak inovasi bisa kita pelajari, tidak hanya menerapakan bahkan bisa juga mengembangkan.

“Problemnya apa saja dan alternatifnya apa saja, kita harus bisa berpikir kreatif dan berpikir kritis, sehingga menghasilkan solusi alternatif yang banyak. Kemudian dari itu, kita bisa memilih solusi mana yang terbaik dalam memenfaatkan teknologi pendukung dalam pembelajaran," terang Dekan FKIP UNS.

Sesi materi dalam Webinar Nasional Pendidikan Sains ini dimoderatori oleh Maulidina Khairunnisa, mahasiswa S2 Pendidikan Sains UNS dengan dua topik, yaitu Problematika Pembelajaran Sains Pasca Pandemi di Era Digital yang dibawakan oleh Dr. Munzil, M.Si dan Pasca Pandemi Covid-19 Era Baru Pembelajaran IPA oleh Dr. Sarwanto, M.Si. Setelah sesi materi berakhir, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang pertanyaannya akan dijawab langsung oleh dua narasumber yang berkompeten ini.

Strategi Pembelajaran
Menurut Dr. Munzil, M.Si bahwa pembelajaran pasca pandemi harus melihat kondisi saat ini dan sebelum pandemi. Peralihan pembelajaran dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran dalam jaringan atau daring, mengharuskan adanya perubahan mindset serta perubahan ruang belajar. Begitu pula dengan ilmu pengetahuan saat ini bisa berasal dari banyak sumber belajar yang berfungsi sebagai pemicu berpikir, selain itu peran guru ditekankan sebagai desainer dalam proses pembelajaran. Solusi yang ditawarkan dalam mempelajari sains pasca pandemi yakni dengan penerapan blended learning.

Sebaliknya, narasumber Dr. Sarwanto, S.Pd, M.Si menyampaikan pembelajaran berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran dengan tata laksana dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Dalam perkembangannya, yang cukup pesat dalam pembelajaran saat ini ada video conference. Di tahun 2021, terbit Peraturan Pemerintah (PP) 57 yang berisi SKL baru tentang Standar Kompetensi Lulusan yang berkaitan dengan literasi dan numerasi.

Kaitannya dengan literasi, literasi menjadi elemen penting sebagai dasar hidup di masyarakat, baik literasi sains atau literasi membaca, efektif untuk hidup kembali ke masyarakat, literasi humanisme, teknologi, sebagai dasar hidup di masyarakat. Kemudian ada numerasi sebagai kemampuan untuk mengakses, menggunakan dan menafsirkan serta menghubungkan info metematis serta menangani kebutuhan informasi sehari-hari. Jadi literasi dan numerasi membantu seseorang mendapatkan keterampilan dasar yang diperlukan mencapai kesuksesan dalam hidup," terang Dr. Sarwanto, S.Pd, M.Si.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR