Jumat, 18 September 2020
Sosok Inspirasi
Dr. Sapta Kunta Purnama

Jadikan Olahraga sebagai Kebutuhan Hidup

Selasa, 15 September 2020
Dok.Pri

KISUTA.com – Pakar Olahraga Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr. Sapta Kunta Purnama menyatakan, kita tetap perlu berolahraga meskipun badan kita merasa sehat. Olahraga besar manfaatnya, antara lain mencegah datangnya penyakit degeneratif terutama untuk mereka yang in-aktif.

“Makanya olahraga itu merupakan kebutuhan hidup. Dengan berolahraga kita tetap menjaga kebugaran, paling tidak berat badan. Karena kalori yang kita makan itu akan dikeluarkan, saat kita berolah raga,” ujar Dr. Sapta Kunta yang juga menjabat Dekan Fakultas Olahraga UNS saat bertemu wartawan, di Kampus UNS, Solo, Senin (14/9/2020).

Kalau kita merasa sehat dan kita tidak berolahraga, lanjutnya, maka akan datang risiko penyakit-penyakit yang sangat berbahaya, misalnya, stroke, tekanan darah tinggi, diabet tipe II, depresi, nyeri sendi, atau gangguan lain lantaran kita hidup tidak aktif.

Bagaimana olahraga berpengaruh terhadap kesehatan? Menurut Sapta, olahraga akan menurunkan kolesterol.Mereka yang hidup sehat akan meningkatkan artinya olahraga yang sesuai dengan kondisi individu masing-masing.

Olahraga apa yang harus dilakukan? Menurut Pakar Olahraga ini, kalau berkaitan dengan kesehatan, kita bisa melihat indikator konsep kebugaran yang terkait dengan kesehatan sendiri. Misal kebugaran jantung, paru, otot, feksebilitas keseimbangan dan yang terkait bodimas indeks, atau untuk memperdiksi apakah kita akan kegemukan atau malah kita terlalu kurus, atau mendeteksi kandungan lemak dalam tubuh.

Artinya, kata Sapta, kalau kita terkait dengan jantung paru maka olahraganya yang bersifat erobik. Itupun ada bermacam-macam tipe olahraga, misalnya tipe jalan, sepeda dan atau itensitas yang ringan. Tipe selanjutnya, misal joging atau lari, senam. Tipe ketiga adalah olahraga yang seperti renang, badminton, sepakbola, atau kadanng butuh cepat atau ringan.

Di masa pandemi Covid-19 ini, kata Sapta, dalam melaksanakan olahraga tentu berbeda. Namun kendati pandemi kita tetap tidak boleh meninggalkan olahraga. Karena apabila kita meninggalkan olahraga padahal kita membutuhkan olahraga, dan adanya olahraga untuk mengatasi imun terhadap virus kecil seperti covid-19.

“Sehingga olahraga harus memang dilakukan dan harus tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan. Jadi yang terbaik adalah olahraga yang dilakukan secara individu dan menjaga jarak, seperti jalan kaki atau bersepeda yang tidak ramai, sehingga tidak terjadi interaksi satu sama lain. Tentu jangan lupa melakukan pemanasan dan pendinginan, juga pengukuran denyut nadi. Termasuk strasing dinamis dan status,” jelasnya.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR