Kamis, 20 Januari 2022
Sosok Inspirasi

Kepala Staf Kepresidenan RI Kunjungi PUI Baterai Lithium UNS

Rabu, 8 Desember 2021
Humas UNS

KISUTA.com - Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko Ginting mengunjungi Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI Baterai Lithium) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Selasa (7/12/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko turut didampingi oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS; Prof. Ahmad Yunus, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UNS, Prof. Kuncoro Diharjo; dan Ketua PUI Baterai Lithium UNS, Prof. Agus Purwanto.

Dalam sambutannya, Rektor UNS menyampaikan bahwa UNS merupakan salah satu perguruan tinggi yang mengembangkan produksi baterai lithium.

“Riset mengenai pengembangan teknologi listrik terutama baterai lithium sudah dilakukan sejak 2012 silam. Baterai ini sudah diujicobakan pada sepeda listrik, motor listrik, dan mobil listrik. Melihat potensi ini, kami optimistis bahwa baterai lithium akan semakin berkembang di Indonesia,” ungkap Prof. Jamal.

Selain itu, Ia juga memberi contoh penggunaan baterai lithium di UNS pada sepeda listrik dan mobil listrik yang digunakan setiap hari Jumat minggu pertama.

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko menyampaikan apresiasi kepada UNS yang berhasil mengembangkan baterai lithium. Ia juga menyampaikan bahwa hal tersebut senada dengan komitmen Indonesia dalam COP26 bulan lalu yang akan berupaya menekan emisi guna mengurangi dampak dari perubahan iklim.

“Presiden sangat mendukung industri terbarukan. Ini momentum dan potensi bagi Indonesia untuk melompat lebih jauh lagi dalam industri kendaraan listrik. Apalagi setelah munculnya Perpres No 55 tahun 2019, semua stakeholder langsung bergerak,” tuturnya.

Kemudian, Prof. Agus Purwanto menjelaskan mengenai baterai lithium yang telah diproduksi. Ia mengatakan bahwa proses pengujian baterai listrik ini memerlukan fasilitas yang sesuai dengan standar nasional.

“Sertifikasi baterai harus disesuaikan dengan kebutuhan nasional. Jadi, tidak menganut sistem yang berbeda dari yang di ujikan supaya yang diujikan tidak berbeda jauh dari yang dibutuhkan dalam skala nasional. Jadi kembali ke kemampuan kita, baik itu pembuatan dan produksi,” tambah Prof. Agus.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR