Rabu, 20 Januari 2021
Sosok Inspirasi

Mahasiswa UNS Juara 3 Ajang Debat AMOEBA 2020

Minggu, 13 Desember 2020
Humas UNS

KISUTA.com – Prestasi dalam ajang debat kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada ajang AMOEBA 2020: Antimicrobial Awareness Debate Contest and Webinar. Ajang ini berupa lomba debat bahasa Indonesia secara daring dalam merayakan Minggu Resistensi Antimikroba 2020.

Di bawah bimbingan Wuyi Anggraini selaku pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Student English Forum (SEF) UNS, tim UNS yang terdiri dari Steven Leonard dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter 2019, Sekar Khoiri Nismara dari Prodi Teknik Sipil 2019, dan Jericho Julius Prabowo dari Prodi Hubungan International 2020 berhasil menyabet juara 3. Steven mewakili teman-temannya merasa senang akan kerja keras yang terbayarkan.

“Senang sekali tentunya, kerja keras akhirnya terbayarkan. Soalnya, ini lombanya bekerja sama dengan WHO, FAO, USAID, Kemenkes,” tutur Steven melalui telpon seluler, minggu (13/12/2020).

Pihak penyelenggara adalah Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) yang merupakan salah satu organisasi mahasiswa kedokteran nasional yang berafiliasi dengan International Federation Medical Student Asociation (IFMSA). AMOEBA 2020, diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting yang dibagi ke dalam break out room untuk masing-masing ruang yang digunakan untuk debat pada Jumat-Minggu.

Steven mengaku, ia dan teman-temannya tertarik untuk mengasah kemampuan debat yang dimiliki karena pada ajang ini menggunakan sistem Asian Parliamentary. Sementara itu, sebelumnya, mereka lebih sering menggunakan sistem British Parliamentary.

“Kami tertarik untuk mengasah skill kami, terlebih lagi karena sistem debat lomba ini yang berupa Asian Parliamentary dan karena aku serta Sekar dulu sempat turun bersama di NUDC terbiasanya ikut sistem British Parliamentary. Kami juga tertarik belajar mengenai resistensi anti mikroba dan bagaimana cara one health approach dalam mengatasi hal tersebut,” jelas Steven.

Butuh waktu 1 bulan bagi tim UNS guna mempersiapkan diri menghadapi AMOEBA 2020. Walaupun mereka berhasil menyabet juara 3, terdapat tantangan yang mereka rasakan selama mengikuti ajang debat ini seperti perasaan lelah dan sulitnya persaingan antar peserta lomba.

“Well, jujur capeknya itu kerasa banget. Persaingannya juga ketat banget karena banyak dari lawan yang juga mantan anak KDMI dan bahkan ada yang sempat memenangkan best speaker KDMI. Lalu, juga karena debat ini bersifat ke kesehatan peternakan dan pertanian, team mate aku yang berupa anak teknik dan anak HI mengalami kesusahan mengenai membahas argumen dan mosi sehingga butuh waktu yang lebih lama,” kata Steven.

Kedepannya, Steven dan teman-temannya berharap agar semakin banyak orang yang sadar mengenai pentingnya resistensi mikroba.

“Semoga semakin banyak orang yang sadar akan isu yang dibawa dan betapa pentingnya resistensi mikroba ini. Salah satu hal yang bisa kita lakukan kalau ke dokter, saat dokter meresepkan antibiotik harus diminum sampai habis, maka kita harus beneran minum sampai habis supaya microbanya nggak resistensi dengan antibiotiknya. Lalu, untuk debat sendiri juga semoga semakin banyak orang yang tertarik ikut debat,” pungkas Steven.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR