Kamis, 6 Agustus 2020
Sosok Inspirasi
Sri Wahyuni

Mahasiswi UNS ini KKN Sambil Bantu Satgas Desa Cegah Covid-19

Sabtu, 4 Juli 2020
IST.

KISUTA.com – Sri Wahyuni, mahasiswi semestar enam Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS selama dua bulan di kampung kelahirannya, Petarangan, RT 02 RW 11, Kemranjen, Banyumas.

"Saat KKN di kampung, saya bekerja sama dengan Satgas Desa Petarangan untuk mencegah penyebaran COVID-19," ujar Wahyuni saat bertemu wartawan, di Kampus UNS, Solo, Sabtu (6/7/2020).

Wahyuni yang di bawah pembimbing R. Prihandjojo A. P, dr,.M. Si. mengatakan dirinya bekerja sama dengan Satgas Desa Petarangan untuk mencegah penyebaran COVID-19, salah satunya dengan pengawasan pemudik yang berasal dari zona merah, seperti Provinsi DKI Jakarta, Kota Bogor, Kota Bekasi dan lain sebagainya.

Para pemudik yang berasal dari zona merah, kata Wahyuni, wajib lapor kepada Gugus Tugas Desa seperti RT dan lain sebagainya.

"Apabila pemudik tidak lapor, maka Gugus Tugas Desa dengan hormat menghimbau agar pemudik mengikuti aturan karantina yang menetap di SD Negeri Petarangan selama 7 hari, dan apabila pemudik tersebut saat dikarantina, tidak memunculkan gejala-gejala COVID-19 atau tidak sakit selama masa karantina, maka pemudik atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) tersebut diperbolehkan karantina mandiri di Rumah selama 7 hari," ungkap Wahyuni.

Wahyuni memaparkan, Gugus Tugas desa setempat berhasil menemukan seorang perempuan yang baru pulang dari Bandung, yang kemudian langsung disambut sesuai dengan protokol program karantina. "Kerja keras Satgas Gugus Tugas dan kerja samanya, saya sangat mengapresiasi. Sehingga Desa Petarangan dapat terhindar dari penyebaran Covid 19," tandasnya.

Selama proses karantina berlangsung, menurut Wahyuni, mereka diwajibkan mengikuti protokol kesehatan, seperti jaga jarak, sering mencuci tangan, menjaga pola makan, dan juga berjemur. Bagi para keluarga yang hendak mengunjungi dapat mengunjungi sesuai dengan protokol dan juga jam besuk, seperti harus cek suhu, menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan lain sebagainya. Langkah tersebut tentunya untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang kemungkinan dibawa oleh para pemudik atau tamu.

"Mereka mengaku bahwa dengan adanya karantina tersebut justru membuat mereka sadar untuk lebih menjaga diri dan orang lain," ungkapnya.* eko prasetyo - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR