Jumat, 30 Oktober 2020
Sosok Inspirasi

Menpora Ingatkan Wisudawan UNS akan Ketatnya Kompetisi di Era Digital

Sabtu, 15 Agustus 2020
Humas UNS

KISUTA.com - Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) RI, Dr. Zainudin Amali, mewanti-wanti wisudawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan ketatnya persaingan kerja di era digital dalam wisuda luring dan daring periode IV, Sabtu (15/8/2020) siang.

Melalui sambungan video conference, Dr. Zainudin Amali, mengatakan masifnya kemajuan teknologi di era digital mengakibatkan berbagai bidang pekerjaan mengalami perubahan dan akan ada yang hilang.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah bidang pekerjaan yang dapat dikembangkan di era digital, seperti penyedia layanan pendidikan, penyedia layanan kesehatan, dan penyedia kebutuhan pokok.

"Berhadapan pada variasi pekerjaan baru di era digital ini adalah satu tantangan yang tidak mungkin bisa dielakkan dan harus bisa disesuaikan dengan situasi. Ada banyak pekerjaan yang kita lakukan sebelum memasuki era digital namun akan berganti dengan pekerjaan-pekerjaan digital," ujar Dr. Zainudin Amali.

Ketatnya persaingan kerja juga disebut Dr. Zainudin Amali sebagai akibat dari banyaknya lulusan perguruan tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang berlomba-lomba untuk masuk ke dunia industri dan karir.

Ia menyebut ada 4 tantangan kompetisi di masa kini dan masa yang akan datang di era digital ini. Tantangan tersebut adalah kurangnya keterampilan, minimnya komunikasi, evolusi dunia kerja non digital tergantikan digital, dan degradasi moral cenderung individualis dan perilaku-perilaku negatif.

Selepas wisuda, Dr. Zainudin Amali meminta agar lulusan UNS mengedepankan cara berpikir yang kreatif dan inovatif agar tidak mudah tersingkir saat berkompetisi di dunia kerja.

"Anda harus punya strategi menghadapi tatangan di masa kini dan masa depan. Tanpa kreativitas dan inovasi serta persiapan pasti anda akan terkalahkan dengan persaingan yang sudah menanti di luar sana setelah anda diwisuda. Dan tentunya jangan sampai anda menambah angka pengangguran Indonesia" lanjut Dr. Zainudin Amali.

Sebagai Menpora, Dr. Zainudin Amali, menyampaikan sejumlah strategi pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran.

Pertama, mengembangkan wirausahawan muda dengan menyiapkan pelatihan dan pendanaan pemuda untuk berwirausaha.

Kedua, pemuda mandiri membangun desa dengan mempersilakan pemuda yang memiliki kemampuan membangun desa melalui pengembangan skill yang berpotensi di daerah tersebut.

Ketiga, beasiswa pendidikan prestasi dengan menyediakan beasiswa bagi pemuda atau fresh graduate yang ingin melanjutkan pendidikan.

Dan, keempat adalah training penyediaan jasa dengan melakukan pelatihan pembuatan jasa menggunakan teknologi.

"Pengembangan skill bisa sebagai bekal saat turun di dunia kerja, bisa mengikuti kegiatan pelatihan, diklat, dan sejenisnya, khususnya skill terkait teknologi dan internet. Dapat juga dengan mengikuti organisasi karena bisa sebagai sarana untuk melatih komuniksi dan team work," tutur Dr. Zainudin Amali.

Hal lain yang disampaikan adalah technopreneurship. Dr. Zainudin Amali menerangkan kegiatan riset mampu memperkenalkan pekerjaan di industri digital kepada pemuda. Hasil riset ini akan menghasilkan inovasi yang mampu memberikan ruang bagi produksi gagasan, inkubasi bisnis teknologi, layanan alih teknologi, dan membangun budaya kerja yang humanis.

Dengan adanya kedua hal tersebut dapat didukung dengan kehadiran industri yang mampu memperbanyak kolaborasi, baik perusahaan pemerintah maupun swasta, baik start-up maupun corporate.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR