Sabtu, 24 Oktober 2020
Sosok Inspirasi

Prof. Harun Joko Prayitno: Pembelajaran Daring dan Luring Harus Diseimbangkan

Minggu, 16 Agustus 2020
Eko Prasetyo/KISUTA.com
GURU Besar Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.*

KISUTA.com - Guru Besar Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum menyatakan, pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online kini menjadi momok sekaligus problem bagi masyarakat indonesia, khususnya guru, orang tua dan siswa/mahasiswa.

"Mulai ada kebosanan dalam menjalani proses belajar mengajar secara daring. Belum lagi terkendala jaringan internet maupun biaya pembelian kuota," ungkapnya kepada kisuta.com saat dihubungi via telpon seluler, di Sukoharjo, Minggu (16/8/2020).

Prof. Harun berpendapat perlu penyeimbangan antara sekolah daring (dalam jaringan) dan Luring (luar jaringan). Kemudian jangan buat sekolah terlihat seolah menakutkan, sumber penyakit ataupun sumber Covid 19. Tapi perlu dibalik, yaitu peserta didik diajarkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan menuju sekolah.

"Kita beri masukan. Jadi jangan dibalik kalau sekolah itu sebagai sumber Covid-19, menakutkan itu akan memberikan trauma panjang," ujarnya.

Harun menyarankan, pembelajaran harusnya seimbang antara Luring dan Daring. Dengan adanya pembelajaran luring akan menjadi upaya dalam mengurangi tingkat stres di saat pembelajaran daring. "Karena tatap muka bisa menjadi upaya mengurangi stres online," ujar Harun yang juga Dekan FKIP UMS itu.

Selain itu, menurutnya, perlu pengembangan model pembelajaran. Jika biasanya pembelajaran berlokasi di dalam kelas, mungkin bisa dilakukan di tempat yang terbuka.

Guru Besar Pendidikan UMS juga memaparkan hasil sebuah survei yang menggambarkan bahwa dalam pembelajaran daring, 80% kendalanya berada pada jaringan internet. Maka kalau dilihat, pembelajaran daring hanya akan menyentuh daerah perkotaan, tidak sampai pada pelosok negeri.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR