Sabtu, 24 Oktober 2020
Sosok Inspirasi

Prof. Harun Joko Prayitno: Pembelajaran Online Mematikan Nilai Rasa dan Kepekaan Sosial

Selasa, 25 Agustus 2020
Eko Prasetyo/KISUTA.com

KISUTA.com - Pakar pendidikan, Prof. Harun Joko Prayitno mengemukakan, pembelajaran online mematikan nilai rasa dan kepekaan sosial.

"Salah satu hakikat pembelajaran adalah untuk memanusiakan manusia (:anak). Upaya ini guna untuk memartabatkan kehidupan (anak). Pemartabatan anak ini hanya bisa dilakukan melalui proses, bukan hasil yang tiba-tiba," ungkap Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini melalui telpon seluler, di kampus UMS, Solo, Selasa (25/8/2020).

Guru Besar Pendidikan ini mengatakan, pembentukan manusia seutuhnya dan pemartabatan kehidupan bermasyarakan anak sebagai individu dewasa yang berinteraksi di lingkungan mamsyarakatnya merupakan tujuan akhir dari sebuah perjalanan panjang proses pendidikan.

Lebih lanjut Prof. Harun menyatakan, salah satu kelebihan sekaligus lompatan pembelajaran online (daring) pembelajaran yang mampu melapaui batas ruang dan waktu sekaligus (beyond classroom). Namun demikian juga perlu disadari bahwa hakikat pendidikan bukan hanya sekedar memintarkan atau bukan sekedar mengkompetensikan melalui online.

Masalahnya, pembelajaran online tidak bisa meneyentuh nilai rasa atau mengabaikan kepekaan sosial. Oleh sebab itu, diperlukan strategi-strategi khusus yang lebih dapat menghargai anak sebagai individu sosial yang sedang tumbuh kembang.

Saat ini saatnya menanamkan dan mengamalkan secara nyata dalam kehipan anak sehari-hari tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan. Kebersihan merupakan modal pokok kesehatan. Kesehatan melalui pola hidup sehat merupakan penangkal utama untuk mencegah berbagai penyakit, salah satunya adalah Covid-19.

Oleh sebab itu, kata Pakar Pendidikan UMS, perlu dipertimbangkankan kembali pentingnya pembelajaran dalam skala-skala terbatas, pembelajaran dalam skala-skala yang ramah lingkungan atau pembelajaran di ruang terbuka, prinsipnya pembelajaran yang sehat. "Kalau upaya ini tidak segera dilakukan, akan menimbulkan kepunahan pendidikan atau kehilangan satu generasi," ujarnya.* eko prasetyo - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR