Kamis, 2 Juli 2020
Sosok Inspirasi
Pakar Ekonomi UMS, Dr. Farid Wajdi

Program Kerja Menteri Tidak Aplicable

Senin, 29 Juni 2020
IST.

KISUTA.com - Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Farid Wajdi menyatakan menteri sebagai bawahan/pembantu presiden tidak optimal bekerja terkait dengan program kerja yang telah direncanakan itu menunjukkan beberapa hal kemungkinan penyebabnya.

"Pertama, program yang direncanakan tidak realistic, tidak aplicable sehingga menteri tidak bisa melaksanakan programnya," ungkap Farid mengomentari nada tinggi yang diungkapkan Presiden Jokowi saat rapat kabinet terkait pandemi covid-19, di Kampus UMS, Pabelan Kartasura, Sukoharjo (29/6/2020).

Kedua, lanjut Farid, kemungkinan buruk koordinasi antar menteri di mana dalam pelaksanaan di lapangan perlu koordinasi dengan kementerian lain sementara menteri-menteri terkait jalan sendiri-sendiri. Ketiga, tidak ada konsolidasi dari pimpinan tertinggi negara untuk pelaksanaan program dari tingkat kementrian sampai level operasional (line management) di bawah. "Hal ini memang selama ini kita tidak pernah menyaksikan di media masa, mungkin memang lemah di dalam konsolidasi ini," ungkapnya.

Keempat, menurut Farid, kemungkinan memang menteri bersangkutan tidak kompeten di bidangnya. Ini diperkuat dengan munculnya isu seperti spekulasi akan terjadinya reshuffle kabinet. Kurangnya kompetensi ini wajar terjadi di kabinet Jokowi ini karena sejak dari awal dalam penyusunan kabinet kurang mempertimbangkan sistem merit dan lebih mengakomodasi tuntutan partai atau kelompok tertentu.

"Itu wajar terjadi karena presiden dalam karir politiknya juga kurang memiliki interaksi yang cukup luas dan panjang untuk mengenali potensi-potensi anak bangsa di berbagai bidang,"ujarnya.

Namun demikian sekali lagi ketidakmampuan menteri melaksanakan programnya diukur dari penyerapan anggaran ini jangan serta merta kemudian hanya terbelok menjadi isu kurang kompetensinya seseorang menteri.

"Karena tidak berjalannya program bisa juga terjadi karena ada faktor politis juga yang secara sembunyi dibalik layar tidak tampak dipermukaan," ujarnya.* eko prasetyo - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR