Selasa, 24 November 2020
Sosok Inspirasi

Riset Grup FISIP UNS Dukung Peningkatan Edukasi Politik bagi Perempuan

Sabtu, 21 November 2020
Humas UNS

KISUTA.com – Tim Riset Grup Pelayanan Publik Berbasis Human Governence Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan dukungan peningkatan edukasi politik bagi perempuan. Hal ini salah satunya ditunjukan dengan menyelenggarakan pendidikan politik bagi perempuan pada kelompok mitra dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karanganyar awal November lalu.

Dihadiri 25 peserta, kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri yaitu Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, Dra. Sri Yuliani, M.Si dan Dra. Rahesli Humsona, M.Si. Secara luring kegiatan ini dipandu oleh Tiyas Nur Haryani, S.Sos, M.Si sebagai moderator.

Prof. Ismi selaku narasumber sekaligus ketua riset grup menyampaikan dalam keterangan tertulis bahwa perempuan dalam politik tetap menjadi isu strategis baik pada skala lokal dan nasional. Pendidikan politik bagi perempuan tidak bisa hanya dilakukan satu kali, namun perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Proses edukasi dan peningkatan kapasitas perlu dilakukan oleh perempuan untuk mempersiapkan diri menjadi pemilih cerdas maupun kader politik dengan sensitivitas gender yang tinggi,” jelas Prof. Ismi.

Adapun hasil yang dapat dipetik dari diskusi ini ialah kelompok perempuan dalam arus politik dan/atau ketika terlibat dalam dunia politik akan menghadapi tantangan sejak pertama masuk hingga sudah berhasil menduduki jabatan publik/politik. Konsistensi sensivitas gender para perempuan politisi menjadi poin penting yang harus dipertahankan saat pengkaderan, kampanye publik hingga saat sudah terpilih.

Disisi lain, Tiyas selaku moderator pun menambahakn, dukungan perlu didapatkan dari laki-laki maupun perempuan itu sendiri untuk mendukung perempuan yang terjun di ranah politik baik sebagai pemilih maupun kader. Selain itu, diperlukan juga dukungan tambahan dari level keluarga, masyarakat, negara dan kebijakan publiknya.

“Jadi dukungan dari beberapa aspek ini dibutuhkan dan sebetulnya wajib diberikan untuk bisa meningkatkan akses partisipasi, control dan manfaat perempuan dalam pembangunan. Jadi kalau mereka meningkat aksesnya, mereka bisa ikut terjun dalam politik. Ketika mereka terjun dalam politik mereka bisa lebih menyuarakan aspirasi, pengalaman, permasalahan dan kebutuhannya dalam penyusunan kebijakan publik,” tutur Tiyas, Jumat (20/11/2020).

Dukungan yang diberikan ini bentuknya bisa beragam, salah satunya yaitu berbentuk komitmen yang diberikan oleh pemimpin atau pemerintah. Komitmen tersebut berupa memberikan akses partisipasi kontrol dan manfaat yang lebih adil dan setara untuk perempuan dan laki-laki maupun kelompok rentan lainnya. Hasil yang diharapkan dari proses ini adalah lahirnya perempuan yang berdaya atas dirinya sendiri.

Berbicara perihal antusiasme peserta, Tiyas mengatakan bahwa respon baik diberikan oleh peserta yang mengikuti kegiatan ini. Keberhasilan juga tercapai dengan mendapatkan perhatian para peserta dan komitmen peningkatan perempuan dalam politik. Harapan kedepannya agenda ini bisa terus berlanjut dengan topik-topik yang bertujuan meningkatkan kapasitas secara umum bagi anggota lembaga dan secara khusus pada kelompok perempuannya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR