Kamis, 26 November 2020
Sosok Inspirasi
Ners UMS Gelar Webinar Keperawatan

Strategi Peningkatan Kualitas Kesehatan Pasien Kritis di Era New Normal

Sabtu, 31 Oktober 2020

KISUTA.com - Program Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar Webinar dan Call For Paper keperawatan berjudul “Strategi Peningkatan Kualitas Kesehatan Pasien Kritis di Era New Normal”, Sabtu (31/10/2020).

Sejumlah pembicara yang ahli dalam bidang keperawatan kronis tampil, diantaranya, Okti Sri Purwanti, S.Kep., Ns.M.Kep., Sp.Kep.MB., bidang kesehatan mental yang disampaikan oleh Tjahjanti Kristyaningsih, Ns, M. Kep., Sp. Kep.J., bidang kebijakan protokol kesehatan yang disampaikan oleh Edy Wuryanto, S. Kp., M. Kep dan menghadirkan Pembicara kunci bidang kegawatdaruratan penanggulangan Covid-19 yang disampaikan oleh dr. Corona Rintawan, Sp.EM.

dr. Corona sebagai keynote speaker menuturkan, Novel coronavirus adalah virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan, disebabkan oleh virus SARS Cov-2. Muncul pada bulan Desember 2019 dari hewan menular ke manusia, lalu dari manusia menular ke manusia.

Sebagai pembuka narasumber pertama, Cika Tjahjanti menyampaikan Kondisi sehat mendapat faktor risiko sehingga dapat menjadi sakit. Penyakit kronis dapat menyebabkan seseorang mengalami perubahan pada tubuhnya. Penyakit kronis yang umum: stroke, gagal ginjal kronis, dan kanker. Kondisi yang kurang sehat dapat menjadikan depresi dan mempengaruhi hidupnya.

"Diagnosis keperawatan psikososial, diantaranya: ansietas / cemas, gangguan citra tubuh, harga diri rendah situasional, ketidakberdayaan, keputusasaan," ungkapnya.

Cika Tjahjanti yang juga sebagai Ketua Umum PP Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia menambahkan, proses terjadinya masalah kesehatan jiwa dan psikologis pada pandemi covid-19 karena adanya stressor yang memicu stress dan dipengaruhi koping atau kemampuan.

Covid-19 adalah stresor psikososial yang dialami setiap orang, hal ini dapat memicu stres dan cemas. Cara mengatasi masalah kesehatan jiwa dan psikologis pada pandemi Covid 19 dengan peningkatan jiwa dan psiko sosial, diantaranya: fisik rileks, emosi positif, pikiran positif, perilaku positif, relasi positif, spiritual positif.

Okti Sri Purwanti sebagai pembicara kedua menuturkan bahwa Penyakit tidak menular di Indonesia sebanyak 73%. Keluhan penyakit kronis: nyeri kronis, penurunan berat badan, tidak nafsu makan, sesak nafas, lemas. Prevalensi paling banyak di Indonesia adalah Diabetes Mellitus.

Kualitas hidup pasien kronis cenderung rendah pada pasien yang menderita penyakit pernafasan namun pada pasien dengan tiga atau lebih penyakit kronis tentunya kualitas hidup lebih rendah. Berdasarkan penelitian, orang yang menjalani karantina memiliki kualitas kesehatan secara umum yang buruk terutama pada orang dengan penyakit kronis.

"Pasien dengan Covid-19 memiliki penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi, jantung, dan diabetes mellitus. Penyakit kronis menyebabkan tubuh penderitanya melemah dan sulit melawan virus," jelasnya.

Strategi untuk meningkatkan kualitas hidup penyakit kronis di masa pandemi: penerapan telemonitoring berbasis rumah pada pasien kronis, mengembangkan tim multidisiplin, memperbanyak pelayanan pemeriksaan darah dan kelengkapan laboratorium, merancang jadwal kunjungan rawat jalan, telemedicine, telenursing, penerapan pola hidup sehat, dukung kesehatan jiwa dan psikososial orang dengan penyakit kronis, hindari stress, pendekatan spiritual.

Konsep adaptasi kebiasaan baru pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular: Arahan presiden adaptasi kebiasaan baru, terapkan perilaku hidup sehat hindari faktor resiko penyakit, deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular, manfaatkan tele konsultasi.

Sebagai ahli keperawatan di bidang Medikal Bedah, Okti menambahkan Langkah yang harus dilakukan para penyandang Penyakit Tidak Menular: tetap menular, bagi yang memiliki alat ukur sendiri dapat melakukan deteksi dini mandiri secara rutin, menjalankan terapi sesuai jadwal, simpan nomor kontak fasyankes, peserta BPJS dapat memperoleh obat-obatan untuk konsumsi 2 bulan sesuai ketentuan, manfaatkan teknologi, istirahat cukup, jaga jarak minimal 1-2 m dan hindari kerumunan, lakukan aktivitas fisik 30 menit atau sesuai arahan dokter, konsumsi makanan sehat, berjemur 15-20 menit, cuci tangan, stop merokok, hubungi fasyankes apabila muncul gejala (demam, batuk, suara serak, dan sesak nafas).

Sebagai narasumber ketiga, Ketua DPW PPNI Jawa Tengah sekaligus anggota legislatif di Komisi IX DPR RI, Edi Wuryanto memaparkan Sistem kesehatan nasional: upaya kesehatan, penelitian dan pengembangan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya farmasi, dsb. Edukasi dan pemberdayaan penting dalam penanganan Covid 19.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR