Jumat, 18 September 2020
Sosok Inspirasi

Tim Mahasiswa UNS Raih Insentif Pendanaan PKM AI dan GT 2020

Selasa, 4 Agustus 2020
IST.

KISUTA.com - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta raih insentif pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Artikel Ilmiah (AI) dan Gagasan Tertulis (GT). Tahun ini UNS memperoleh dua judul proposal yang didanai masing-masing sebesar Rp 3.000.000 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pengumuman tersebut diumumkan melalui laman simbelmawa.ristekdikti.go.id pada Rabu (22/7/2020) lalu. PKM AI dari UNS dengan judul `Perancangan dan Pembuatan Solusi Monitoring Pekerjaan di UMKM` diketuai oleh Meila Hirapasti, mahasiswa Prodi D-3 Farmasi Sekolah Vokasi (SV) UNS. Sedangkan PKM GT yang berjudul `Pengembangan Konsep Ibu Kota Baru yang Sehat dan Modern Berbasis Smart Urine Sensor` diketuai oleh Mahmut Tri Harjanto dari Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik (FISIP) UNS.

Tim Mahmut Tri Harjanto yang beranggotakan Saropa Nor Hayati dari Prodi Sosiologi dan Riki Purwanto dari Prodi Administrasi Negara mengungkapkan gagasannya berupa penerapan sensor urine.

"Gagasan kami tentang penerapan teknologi sensor urine untuk mendeteksi adanya kandungan urine yang tidak normal di calon ibu kota yang baru. Sistem akan memberikan notifikasi kepada kepala keluarga atau pimpinan kantor jika terdeteksi kandungan yang tidak wajar pada urine," jelasnya, di Solo, Selasa (4/8/2020).

Apabila terdapat potensi masalah kesehatan akan dihubungkan dengan dinas kesehatan sehingga masalah kesehatan dapat ditangani dengan cepat. Kemudian apabila data urine mengandung Narkoba, maka akan diteruskan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Mereka terinspirasi dari salah satu blogger yang menceritakan impiannya tentang sensor urine yang dapat meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat.

"Jadi, dalam urine mengandung banyak informasi tentang kesehatan tubuh manusia. Nah, dalam gagasan kami hal ini tentu dapat dilakukan karena ditemukan alat sensor urine, akan lebih baik jika diterapkan kepada masyarakat secara langsung. Kebetulam saat kami menyusun PKM sedang gencar perbincangan tentang perpindahan ibu kota, menurut kami ibu kota baru ini cocok untuk dijadikan proyeksi karena baru akan dibangun," terang mahasiswa semester 4 tersebut.

Mahmut dan rekan-rekan kelompoknya mengaku senang karena kerja keras saat penyusunan PKM terbayar saat proposal yang mereka buat berhasil didanai.

"Tentu perasaannya senang banget, masih nggak percaya bisa dapat insentif. Hampir setiap hari ngerjain di perpustakaan sampai disuruh pulang sama satpam karena perpustakaan mau tutup, dini hari baru sampai rumah, ditambah harus membagi waktu dengan tugas, akhirnya kerja keras kami terbayarkan," ungkapnya.

Mereka berharap melalui pencapaian pendanaan PKM ini dapat menjadi batu loncatan untuk membuat PKM tahun berikutnya.

"Semoga minat mahasiswa dalam membuat karya tulis semakin meningkat. Semoga kampus juga memberikan pelatihan kepenulisan lebih intensif lagi agar minat dan kualitas mahasiswa dalam membuat karya tulis semakin meningkat," pungkasnya.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR