Rabu, 27 Oktober 2021
Sosok Inspirasi

UNS Lepas Tiga Guru Besar Memasuki Masa Purnatugas

Kamis, 30 September 2021
Humas UNS
REKTOR UNS, Prof. Jamal Wiwoho.*

KISUTA.com – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali melepas tiga guru besar kebanggaannya yang resmi memasuki masa purnatugas pada Rabu (29/9/2021) kemarin. Acara yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi UNS ini juga digelar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada ketiganya.

Tiga profesor tersebut ialah Prof. Dr. Julianus Johny Sarungu, MS. (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS), Prof. Dr. Ir. Slamet Minardi, M.P. (Guru Besar Fakultas Pertanian UNS), serta Prof. Dr. Trisno Martono, M.M. (Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS).

Ketua Dewan Profesor, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelepasan ini menjadi momen penting dan fenomenal. Ia pun menyampaikan kebanggaan luar biasa atas pengabdian yang telah dilakukan oleh Prof. Julianus, Prof. Minardi, dan Prof. Trisno.

“Ibaratnya kita akan melepas ‘jenderal pendidikan’ di UNS ini yang telah mengabdi lebih dari 45 tahun,” ungkapnya.

Prof. Jamal Wiwoho selaku Rektor UNS pun turut mengucapkan terima kasih atas kerja ikhlas dan sumbangsih yang diberikan ketiganya untuk memajukan fakultas masing-masing serta UNS tentunya.

“Andil ketiga guru besar ini luar biasa. Tinta emas telah ditorehkan. Saya juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan Dewan Profesor UNS atas pemberian penghargaan bagi ketiga profesor ini. Dan, sekali lagi saya ucapkan selamat untuk ketiga profesor yang purnatugas dari UNS hari ini (Rabu (29/9/2021))-red),” imbuh Prof. Jamal.

Pada kesempatan ini, masing-masing guru besar menyampaikan pidato dan orasi ilmiah untuk momen purnatugasnya. Mengawali orasi, Prof. Julianus menyampaikan orasi berjudul “Nilai-nilai Personal dalam Pengabdian: Sebuah Tinjauan Reflektif”.

Meski berasal dari Prodi Ekonomi Pembangunan, tetapi Prof. Julianus lebih memilih menyampaikan orasi dengan tema ini karena ia masuk riset grup kelembagaan yang banyak berbicara perihal nilai kelembagaan. Di sisi lain, menurutnya banyak krisis kelembagaan yang terjadi, utamanya di negara berkembang termasuk Indonesia.

“Krisis kelembagaan yang terjadi ujung-ujungnya berkaian dengan nilai. Tetapi saya tidak berbicara nilai secara kolektif, karena di momen purnatugas maka saya ingin berbicara nilai-nilai personal dalam pengabdian saya. Setelah purnatugas, saya pikir hal ini sangat penting bagi saya untuk merefleksikan tanggung jawab terhadap institusi, lingkungan, dan utamanya pada Sang Pencipta,” ungkap Prof. Julianus.

Sementara itu, Prof. Minardi yang merupakan Guru Besar Ilmu Tanah menyampaikan orasi ilmiah perihal ‘Penggunaan Bahan Organik sebagai Upaya Mengatasi Permasalahan Jerapan dan Meningkatkan Ketersediaan Phospor (P) dalam Tanah’. Prof. Minardi menuturkan bahwa penelitiannya selalu diupayakan selaras dengan isu-isu yang ada di Rencana Induk Pengembangan (RIP) UNS, dalam hal ini adalah ketahanan pangan.

Di sisi lain, Phospor (fosfor) dipilih Prof. Minardi untuk diteliti karena merupakan unsur hara makro esensial yang berperan penting dalam penyediaan energi kimia yang dibutuhkan pada hampir semua kegiatan metabolisme tanaman. Simpulannya, beberapa bahan organik yang umum dijumpai dan dapat meningkatkan kesuburan tanah antara lain tanaman paitan (Tithonia), tanaman lamtoro, tanaman kirinyuh, tanaman gamal, limbah pertanian seperti jerami padi, dan pupuk kandang sapi.

Terakhir, Prof. Trisno menyampaikan orasi ilmiah terkait Manajemen Pemasaran Pendidikan. Prof. Trisno menjelaskan, manajemen pemasaran pendidikan ini penting untuk dikaji dan diterapkan karena produsen, dalam hal ini penyelenggara pendidikan harus memastikan bahwa ‘produk’ atau jasa yang diberikan memberi kepuasan bagi konsumen.

“Selain itu, munculnya persaingan antarlembaga pendidikan saat ini, atraktif dan kompetitif, maka diperlukan aktivitas pemasaran dalam rangka membangun citra positif dan menarik minat masyarakat. Terlebih di era disrupsi yang menjadi tantangan dan perlunya adaptasi,” tutur Prof. Trisno.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR