Rabu, 28 Oktober 2020
Sastra & Humor
HaHaHa...

Akibat Cemburu

Rabu, 7 Februari 2018

KISUTA.com - Meski Icih sudah resmi menjadi istrinya dan berjanji akan setia sehidup semati, ternyata sipat cemburu Sueb tidak pernah surut. Bahkan makin menjadi-jadi. Siapa saja lelaki yang datang ke rumahnya, mata Sueb langsung mendelik menyelidik. Kata orang mah, sampai-sampai bola matanya nolol keluar. Adalah Jaya, tukang kredit yang pernah menjadi korban api cemburu Sueb.

Ceritanya, suatu hari Jaya datang ke rumah Sueb untuk menagih utang kreditan piring yang dipesan istrinya bulan lalu. Kebetulan, hari itu Sueb sedang tidak ada di rumah. Jaya diterima istrinya, Icih, di ruang tamu. Saat menunggu inilah petaka menimpa. Sueb tiba-tiba datang.

Begitu melihat ada lelaki di rumahnya, darahnya langsung mendidih. Tanpa ba bi bu lagi, Jaya dihajarnya hingga pingsan. Melihat Jaya jatuh tersungkur teu empes-empes, Sueb panik. Disangkanya Jaya meninggal. Takut ditahan polisi, Sueb kabur ke Jakarta.

Seumur hidup baru pertama kali ke kota metropolitan, tentu saja Sueb bingung persis ayam kampung kehilangan induknya. Saat naik bis kota pun ia tak tahu arah tujuan. Sueb semakin bingung ketika seorang penumpang berteriak Hayam Wuruk (stasiun pemberhentian bis di Jln Hayam Wuruk), bis tiba-tiba berhenti dan penumpang itu pun turun.

Begitu juga saat terdengar teriakan Gajah Mada, Sisingamangaraja, Ahmad Yani, dan Sudirman bis langsung berhenti dan pasti ada penumpang yang turun. Buta akan sejarah, Sueb bertanya pada penumpang di sebelahnya.

"Mas...Hayam Wuruk, Gajah Mada, Ahmad Yani, dan Sudirman itu siapa sih?" tanya Sueb.

"Oh itu nama pahlawan, nama jagoan yang gagah berani di masa perang dulu," jawabnya.

"Hahaha...Saya tahu sekarang. Jadi kalau nanti mau turun, harus berteriak menyebut nama jagoan," katanya dalam hati sembari senyam-senyum.

Maka saat mau turun, dengan sekeras-kerasnya Sueb meneriakkan nama guru silatnya yang dikenal jawara, "Bah Kanta...Bah Kanta..." Tapi apa lacur, bis kota tetap melaju, bahkan makin kencang. Merasa tak digubris, Sueb naik pitam. Sang sopir pun lalu dihardiknya.

"Bah Kanta kehed! Berhenti...!" teriaknya*

Zair Mahessa - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR