Sabtu, 19 September 2020
Sastra & Humor
HaHaHa...

Jika Tabib Bersaing

Rabu, 15 April 2020

KISUTA.com - Ada dua orang tabib sebut saja Abdul dan Sueb. Mereka baru saja membuka praktek pengobatan di daerah yang sama. Mudah ditebak, persaingan dalam meraih pasien pun tak bisa dihindari.

Setelah sebulan praktek, Sueb agak sepi pasien. Sebaliknya, Abdul selalu kebanjiran pasien. Untuk melawan Abdul, Sueb pasang pengumuman di depan tempat prakteknya begini: “Tidak Sembuh Uang Kembali 5 Kali Lipat dari yang Anda Bayar”.

Jurus itu rupanya cukup manjur. Pasien mulai berdatangan ke tempat Sueb. Kini giliran Si Abdul yang sepi pasien. Malah lama-lama tidak ada sama sekali pasien yang datang kepadanya.

Saat ngahuleng memikirkan usaha pertabibannya, kepikiran oleh si Abdul untuk mengkadali Sueb. Ia bermaksud mencari keuntungan dari iklan si Sueb itu. “Saya akan berobat ke si Sueb. Saya akan pura-pura sakit yang kira-kira tidak bisa disembuhkan oleh obat Si Sueb. Lumayan dapat uang pengganti 5 kali lipat,” kata Si Abdul dalam hatinya.

Maka datanglah Abdul menyamar jadi pasien ke tempat praktek Sueb. “Tolong saya punya penyakit mati rasa. Saya tidak bisa lagi merasakan rasa setiap makanan yang saya makan..,” kata Abdul.

“Oh begitu…!Gampang penyakit itu bisa segera saya sembuhkan.,” ujar Sueb.

Sueb lalu berteriak ke Si Ibro anaknya: “Bro cepet ambilin obat No. 8..!”

Setelah obat dimaksud datang, Sueb memerintahkan Abdul agar membuka mulutnya. Begitu terbuka, obat No.8 secepat kilat dimasukkan ke dalam mulut Abdul. Tapi secepat kilat pula Abdul memuntahkan obat itu sambil marah-marah. “Gila..ente kurang ajar. Masa tai ayam dimasukkin ke mulut gua,” bentak Abdul.

“Nah.., ente benar itu memang tai ayam. Berarti sekarang ente sudah sembuh karena sudah bisa membedakan rasa,” jelas Sueb tenang.

Kalah taktik, Abdul segera pulang. Namun dalam hatinya terus dendam. Ia kembali mencari akal. Sebulan kemudian, Si Abdul kembali pura-pura sakit. Kali ini ia mengaku punya penyakit pelupa yang sangat kronis.

“Saya terserang penyakit lupa yang sangat parah sekali. Saya selalu lupa setiap peristiwa yang pernah terjadi,” beber Abdul.

“Pelupa? Tenang jangan panik penyakit apapun saya bisa menyembuhkannya. Obatnya ada di saya,” jawab Sueb.

Seperti biasa, Sueb lalu memanggil Si Ibro, anaknya. “Bro…cepat bawa kemari obat No. 8,” katanya.

Mendengar itu, Abdul spontan bereaksi. “Wah…Sueb ente bener-bener gila Saya tidak mau obat nomor itu. Saya tidak mau makan tai ayam lagi…” kata Abdul.

“Nah…langsung sembuh kan? Ente tidak pelupa lagi. Ente masih ingat dengan obat No.8,” ujar Sueb.*

Zair Mahessa - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR