Rabu, 28 Oktober 2020
Sastra & Humor
HeHeHe...

Rumahku Istanaku

Selasa, 31 Maret 2020

KISUTA.com - Nasrudin tinggal di sebuah kampung yang padat. Penduduk kampung itu anaknya banyak karena tidak mengenal Keluarga Berencana, dan rumah mereka sempit sehingga mereka hidup berdesak-desakan.

Pada suatu hari salah seorang tetangganya datang kepada Nasrudin, dan berkata, "Nasrudin, kau ini orang pandai. Saya mau minta tolong. Begini soalnya. Seperti kau ketahui, rumah kami ini sangat kecil, sedangkan saya hidup bersama istri, enam orang anak, bapak saya yang tua, ibunya istri saya. Tentu saja rumah itu penuh sesak. Dan kami sama sekali tidak pernah mengenyam kebahagiaan. Hidup kami ruwet setiap hari."

Nasrudin bertanya, "Kamu punya kambing?"

"Tidak," jawab orang itu.

"Kalau begitu beli seekor kambing," jawab Nasrudin, "Dan pelihara kambing itu di dalam rumahmu."

"Lho," orang itu menjawab, "Kamar kami sudah sesak, kalau ada kambing lagi masuk tentu tambah sesak lagi."

Nasrudin melotot matanya sambil berkata, "Kamu minta aku menolongmu atau tidak?"

"Ya, tentu saja."

"Nah, kalau begitu, beli seekor kambing."

Seminggu kemudian orang itu datang ke rumah Nasrudin lagi. Nasrudin langsung bertanya, "Kamu sudah jadi beli kambing apa belum?"

"Sudah," jawab orang itu.

"Kamu jadi bahagia sekarang?"

"Lho, jelas tidak; rumah kami tambah penuh sesak, dan lebih sesak dari sebelumnya, dan kami semuanya tambah sengsara lagi."

"Nah, kalau begitu, belilah enam ekor ayam dan pelihara ayam-ayam itu di dalam rumahmu juga."

Seminggu kemudian ia bertemu tetangga itu untuk ketiga kalinya, dan tetangga itu bilang, "Nasrudin, keadaan rumah kami makin kacau balau sekarang ini. Ada anak-anak, ada orang tua, ada kambing, ada ayam pula."

Nasrudin tetap tersenyum, "Kalau begitu belilah seekor biri-biri, dan pelihara biri-birimu itu dalam rumahmu juga."

Minggu berikutnya orang itu berkata, "Nasrudin, mengerikan! Rumah kami benar-benar neraka sekarang, benar-benar tidak bisa kami tahankan lagi, binatang dan orang kacau balau dalam rumah itu."

Nasrudinj tetap tersenyum, "Bagus," katanya, "Sekarang, pulanglah dan jual biri-biri itu."

Minggu berikutnya orang itu datang menemui Nasrudin lagi, wajahnya tampak agak cerah, "Ah, rumah kami agak legaan sedikit, barangkali karena biri-biri itu sudah tidak ada lagi."

"Bagus, bagus," kata Nasrudin, "Nah, sekarang pulanglah dan jual ayam-ayam itu."

Seminggu kemudian orang itu muncul lagi, sinar kebahagiaan mulai tampak di wajahnya, katanya, "Ayam-ayam sekarang sudah tidak ada, jadi suasananya di rumah kami lebih mendingan lagi."

Nasrudin tersenyum, katanya, "Sekarang juallah kambingmu!"

Minggu berikutnya orang itu nongol lagi, katanya tegas, "Rumah kami bagaikan istana sekarang, Nasrudin, kami semua berbahagia hidup di dalamnya. Kau telah membantu kami sebaik-baiknya. Terima kasih, Nasrudin."* das/"Humor Sufi" - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR