Selasa, 22 September 2020
Sastra & Humor
HeHeHe...

Sultan dan Tukang Perahu

Minggu, 19 April 2020

KISUTA.com - Dahulu Bakri Mustafa pernah menjadi tukang perahu di selat Bosporus. Ia menyeberangkan penumpangnya pulang pergi dari Istambul ke Kadikoy, Anatolia, dan dalam perjalanan itu dia selalu menyediakan arak bagi para penumpangnya.

Pada suatu hari Sultan Murad dan seorang menterinya mengadakan perjalanan; keduanya suka menyamar sebagai orang biasa. Dalam perjalanan itu mereka menyeberangi Selat Bosporus dengan perahu Bakri Mustafa. Mereka pun menetapkan harga tertentu yang disepakati, dan kemudian Bakri mendayung perahunya menuju Kadikoy.

Setelah mendayung beberapa menit lamanya, Bakri meletakkan pendayungnya dan mengeluarkan satu botol arak serta tiga gelas. Sultan yang menyamar itu berkata, "Itu kan haram menurut Islam, tetapi kalau Saudara mau minum, minum sajalah, kami berdua tidak ikut minum."

"Ya, Saudara berdua juga harus ikut minum," kata Bakri Mustafa, "Di dalam perahu ini semua orang harus ikut minum kalau saya minum. Dan kalau tidak mau minum, saya tidak mau mendayung perahu ini ke tepi."

Demikianlah sultan dan menterinya itu tidak punya pilihan lain. Mereka harus meminum beberapa gelas arak, karena Bakri berulang kali berhenti mendayung dan minum arak.

Ketika akhirnya perahu itu mencapai Kadikoy dan mereka meninggalkan perahu, Sultan pun berkata kepada menterinya, "Nah, sekarang katakan kepada tukang perahu itu bahwa aku ini Sultan dan kamu menteriku."

Ketika Bakri Mustafa mendengar hal itu, ia pun tertawa terbahak-bahak dan katanya, "Ah, apa katamu? Aku ini telah berahun-tahun lamanya, berpuluh-puluh tahun lamanya, minum arak ini dan aku tidak pernah mengira diriku ini sultan atau menteri. Kalian baru ikut perahu sekali sudah mengira diri kalian ini Sultan dan Menteri. Kalau ikut perahuku sekali lagi barangkali kalian akan berpikir bahwa kalian ini Tuhan dan Nabi."* das/"Humor Sufi" - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR