Senin, 25 Oktober 2021
Herbal & Kesehatan

Mari Kita Saling Melindungi. Ini Maskerku, Mana Maskermu?

Minggu, 29 November 2020
Ist.
PENGGUNAAN masker secara disiplin sama efeknya dengan penerapan lockdown.*

KISUTA.com - Sejak pandemi, masker bukan hanya identik dengan profesi dokter bedah. Masker dipakai sebagai syarat wajib untuk melindungi diri maupun orang lain dari potensi tertular virus Covid-19.

Covid-19 memang menakutkan, menyerang tidak kenal tempat dan tidak kenal usia. Ini membuat orang khawatir atau takut untuk beraktivitas di luar rumah.

Sebagai langkah pencegahan, WHO mengimbau masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ini yang populer disebut Prokes 3M.

Meski betapa pentingnya Prokes 3M dalam mencegah penularan Covid-19, namun tidak serta merta mudah membiasakan masyarakat untuk disiplin menerapkan 3M, utamanya untuk disiplin memakai masker.

Bahkan, seperti diakui Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, berdasarkan penilaian bahwa tingkat kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan semakin menurun.

“Perkembangan Covid-19 di Kota Bandung hari ini saya garisbawahi sesungguhnya karena degradasi kedisiplinan. Di samping akan terus meningkatkan implementasi sanksi, kita juga mengimbau agar warga lebih disiplin. Saya ingatkan pandemi Covid-19 belum berakhir,” kata Mang Oded pada Rapat Terbatas Evaluasi AKB di Balai Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kedisiplinan warga akan pentingnya memakai masker. Mulai sosialisasi, penyediaan masker hingga melakukan langkah hukum dengan mensanksi para pelanggar.

“Memang kelihatannya masyarakat sudah seperti jenuh, seperti tidak ada lagi Covid-19. Ini persoalan. Padahal angka menunjukkan masih ada pergerakan,” ujar Mang Oded.

Terlebih Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Meyakini betapa pentingnya masker untuk perlindungan diri, Kang Emil selalu mensosialisasikan dan mengajak warga untuk disiplin memakai masker. Di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, katanya, protokol kesehatan sangatlah penting untuk diterapkan. Adapun salah satu protokol kesehatan terpenting yang harus selalu dilakukan adalah menggunakan masker.

Agar warga disiplin menggunakan masker, Pemprov Jabar pun memberlakukan sanksi administratif bagi warga yang tak menggunakan masker.

Dari hasil pemantauan di beberapa titik di Jawa Barat, Kang Emil menemukan orang yang membawa masker namun enggan menggunakannya. Selain itu, ada juga orang yang memang enggan membawa dan menggunakan masker.

"Jadi ada dua tipe, (pertama) yang memang tidak disiplin, (kedua) tapi ada juga yang paham tapi malas," ucap gubernur yang arsitektur ini.

Kang Emil menegaskan, di kondisi pandemi saat ini, protokol kesehatan sangatlah penting. Dia meyakini penggunaan masker secara disiplin sama efeknya dengan penerapan lockdown.

"Kami mempercayai sebuah penelitian dari Goldman Sachs. Kajiannya adalah lockdown dengan pakai masker itu sama-sama menurunkan tingkat penularan. Tapi kalau lockdown ada korban tingkat ekonomi sosial, tapi kalau pakai masker tidak," tegasnya.

Maka dari itu, Kang Emil yang sempat mendesain masker berstandar kesehatan yang fashionable, meminta warga untuk disiplin menggunakan masker agar di wilayah Jabar tidak diberlakukan lockdown atau PSBB kembali.

"Sok! kalau tidak mau lockdown atau PSBB lagi cuma satu, memakai masker," tukasnya.* Dadang Sutarjan - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR