Rabu, 12 Agustus 2020
Herbal & Kesehatan
Cecendet

Tumbuhan Liar yang Berkhasiat Hebat sebagai Obat

Selasa, 2 Juni 2020

Tumbuhan yang berasal dari kawasan tropis Amerika Latin ini cukup manjur mengatasi berbagai penyakit, bahkan yang terbilang penyakit berat seperti diabetes mellitus, ayan atau sakit paru-paru.

Ki Suta
CECENDET cukup manjur mengatasi berbagai penyakit, bahkan yang terbilang penyakit berat seperti diabetes mellitus, ayan atau sakit paru-paru.*

KISUTA.com - Ciplukan merupakan tumbuhan liar, berupa semak/perdu yang rendah yang tingginya hanya sekitar satu meter, berumur kurang lebih satu tahun. Ciplukan atau cecendet (physalis minina) tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1.550 meter di atas permukaan laut, tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati.

Ciplukan memang tidak memiliki nama dalam bahasa Indonesia. Justru dalam bahasa daerah banyak istilahnya. Mulai dari ceplokan, keceplokan, ciciplukan, kopok-kopokan (Bali), cecendet, cecenet (Sunda), nyornyoran (Madura), Leletokan (Minahasa), Kenampok (sasak), dan lapunonat (Tanimbar, Seram).

Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuning-kuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna kecoklatan dengan rasa asam-asam manis. Buah ciplukan yang masih muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah).

Buah ciplukan mengandung senyawa kimia asam sitrun dan fisalin. Selain itu buah ciplukan juga mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxanin, vitamin C dan gula. Dalam dunia pengobatan tradisional, ciplukan merupakan tanaman obat yang cukup penting.

Tumbuhan yang berasal dari kawasan tropis Amerika Latin ini cukup manjur mengatasi berbagai penyakit, bahkan yang terbilang penyakit berat seperti diabetes mellitus, ayan atau sakit paru-paru.

Walaupun semua bagian dari ciplukan mulai dari akar, daun, dan buah, bisa digunakan, yang menggembirakan, cecendet ini tidak mempunyai efek berbahaya termasuk racun sekalipun. Hanya saja memang karena cecendet itu pahit rasanya, perhatikan penggunaannya. Berikut beberapa ramuan untuk mengatasi berberapa penyakit yang bisa dimanfaatkan.

Diabetes mellitus - ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan. Dilayukan dan direbus dengan tiga gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Diminum satu kali sehari.

Sakit paru-paru - tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan buahnya) direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring. Diminum 3 kali sehari satu gelas.

Influenza dan sakit tenggorokan - tumbuhan ciplukan (semua bagian) yang sudah dipotong-potong seukuran 3-4 cm dijemur, lalu dibungkus agar tidak lembab lagi. Kemudian ambil kira-kira sebanyak 9-15 gram lalu direbus, airnya diminum. Lakukan sebanyak 3 kali sehari, atau sesuai kebutuhan.

Ayan - sekitar sepuluh butir buah ciplukan yang sudah masak dimakan setiap hari secara rutin.

Borok - satu genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih ditumbuk sampai halus. Tumbukan tersebut ditempelkan pada bagian yang borok.* Ki Suta - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR