Kamis, 2 Juli 2020
Herbal & Kesehatan
Tips Kesehatan

Waspadai Perkembangan Bakteri Listeria Monocytogenes pada Apel

Selasa, 30 Juni 2020
IST.

KISUTA.com - Pakar Microbiologi Pangan IPB, Prof. Ratih Dewanti, M.Sc., mengatakan pemerintah perlu mewaspadai perkembangan bakteri Listeria Monocytogenes pada apel lokal dengan memperbaiki sistem pengepakan pada buah dan sayur maupun produk pertanian lainnya.

"Karena bakteri ini ada di tanah, udara, dan air. Jadi kalau mengenai buah dan barang-barang pertanian lainnya lazim-lazim saja terjadi," katanya, di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB ini mengatakan, kasus bateri Listeria Monocytogenes pada apel Granny Smith dan Galal Royal asal Amerika bukan baru pertama kali terjadi.

Kasus terebut muncul pada pertengahan Oktober dan Desember 2014, berawal dari ditemukannya bateri Listeria pada tubuh pasien setelah mengonsumsi karamel apel. Sebanyak 31 orang dikabarkan sakit karena mengandung bateri Listeria Monocytogenes di dalam tubuhnya.

Pemerintah setempat mengonfirmasi terkait kasus tersebut pada bulan Desember dengan melakukan investigasi. Awal Januari diumumkan bahwa secara DNA sama persis dengan bateri yang ada pada pasien.

"Hasil investigasi bakteri ada di pabrik pengepakan apelnya Bidart Bros, jadi diduga apelnya yang membawa bakteri Listeria Monocytogenes ini," katanya.

Kasus serupa pernah terjadi pada 2011 di Kanada. Bakteri Listeria Monocytogenes ditemukan pada buah melon; 30 orang dikabarkan meninggal dunia dan sekitar 140 orang terserang bakteri yang sama.

"Kasus ini pertama kali dipublikasi muncul pada 1981 terjadi pada coleslaw atau kubis salad. Lalu pada 1985 bakteri mengontaminasi keju yang terbuat dari susu mentah," katanya.

Dikatakannya, dampak dari bakteri Literia Monocytogenes jarang membikin sakit, tetapi bagi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah seperti Lansia dan ibu hamil akan mengakibatkan sakit yang menyerupai flu.

Bagi lansia, serangan bakteri Literia Monocytogenes dapat menggaggu lebih jauh ke dalam tubuhnya, sedangkan yang lebih menjadi korban adalah ibu hamil. Bakteri menyerang janin yang berakhir dengan keguguran atau bayi yang dilahirkan meninggal (stillbirth).* harie – kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR