Kamis, 25 Februari 2021
Unik Menarik
Operasi Perketatan AKB di Kota Bandung

14 Hari Operasi, 1.140 Pelanggar Terjaring, Rp10,5 Juta Terkumpul

Selasa, 1 Desember 2020

Memberikan sanksi bukanlah tujuan utama dari pelaksanaan operasi AKB. Kesadaran masyarakat itu yang utama. Masker itu kewajiban, kebutuhan dan tidak bisa ditawar. Jangan hanya ketika ada petugas saja baru dipakai.

Humas Pemkot Bandung
SATPOL PP Kota Bandung terus melakukan operasi perketatan AKB.*

KISUTA.com - Selama 14 hari kerja, operasi perketatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bandung berhasil menjaring 1.140 pelanggar protokol kesehatan (Prokes) dan mengumpulkan sanksi denda administrasi sebesar Rp10,5 juta. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menggelar operasi ini sejak tanggal 11 hingga 30 November 2020.

“Sudah 2 minggu, kami menggelar operasi perketatan AKB di 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung. Pelanggaran yang ditemukan diantaranya 210 dari 1.140 pelanggar membayar denda administrasi, 902 orang diberikan sanksi sosial dan 18 lainnya diberikan sanksi berupa teguran tertulis,” ujar Rasdian Setiadi, Kepala Satpol PP Kota Bandung.

Dikatakan Rasdian, selama 14 hari operasi, pihaknya menjatuhkan sanksi sosial kepada ratusan warga.

“Sanksi sosialnya ada yang mengumpulkan sampah, menyapu lokasi operasi, membersihkan toilet umum, menghormat bendera, olahraga bersama, push up, menggunakan rompi pelanggar hingga membuat postingan di media sosial bahwa dirinya sudah melanggar protokol kesehatan,” bebernya.

Sanksi, kata Rasdian, diberikan berdasarkan beratnya pelanggaran di lapangan. Ada yang sama sekali tidak membawa masker dengan alasan lupa atau ketinggalan, ada juga yang membawa masker tetapi disimpan di kantong baju atau celana. Yang lainnya, pemakaiannya tidak sesuai dengan yang dianjurkan dalam protokol kesehatan.

”Sebenarnya, memberikan sanksi bukanlah tujuan utama dari pelaksanaan operasi AKB. Kesadaran masyarakat itu yang utama. Masker itu kewajiban, kebutuhan dan tidak bisa ditawar. Jangan hanya ketika ada petugas saja baru dipakai," tegas pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung ini.

Ia meminta, kegiatan yang sudah dilakukan oleh Satpol PP Kota Bandung dapat dilanjutkan oleh kewilayahan, khususnya masing-masing kecamatan. “Ada yang sudah rutin melakukan operasi, semoga bisa dipertahankan. Kalau yang belum, semoga bisa ditingkatkan. Sinergitas yang ada tolong tetap dijaga dengan TNI dan Polri,” ungkap Kasatpol PP.

Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat, M. Ade Afriandi menyampaikan apresiasi atas kinerja Satpol PP Kota Bandung.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kota Bandung. Hal ini merupakan bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19. Laporan yang saya terima jumlahnya sampai seribu pelanggar dengan sanksi beragam, ada yang denda administrasi juga sosial. (Ini) bisa jadi barometer bagi kota dan kabupaten lain,” ujar Ade Afriandi.

Kegiatan operasi AKB, kata Ade Afriandi, dilakukan secara serentak dari tingkat provinsi hingga ke kota dan kabupaten. “Ada yang gabungan provinsi dengan kota atau ada juga yang mandiri masing-masing kota/kabupaten melaksanakan kegiatan,” jelasnya.

Ade berharap, aparat bisa menegakkan aturan dan tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Satpol PP itu salah satu tugas pokoknya menegakkan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah untuk menjaga kewibawaan pemerintah daerah. Namun, jangan lupa untuk menjaga protokol kesehatan dan keselamatan diri saat bertugas,” kata Ade Afriandi.* Dadang Sutarjan - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR