Jumat, 26 Februari 2021
Unik Menarik

3.395 Nakes di Boyolali Divaksin Covid-19

Selasa, 26 Januari 2021
Humas Pemkab Boyolali

KISUTA.com - Sebanyak 3.395 tenaga kesehatan bersama 10 tokoh masyarakat sebagai pelopor di Kabupaten Boyolali mengikuti vaksinasi COVID-19 dalam acara pencanangan di Kantor Dinkes Boyolali.

"Pada acara pencanangan vaksin di Boyolali diikuti 10 tokoh masyarakat termasuk Bupati Seno Samodro, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat, dan 3.395 nakes di wilayahnya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina, Selasa (26/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri mengemukakan, Pemkab Boyolali menerima vaksin tahap pertama jenis sinovac sebanyak 7.600 dosis yang diperuntukan bagi nakes dan 10 tokoh masyarakat yang menjadi pelopor imunisasi.

"Vaksin dosis pertama untuk 3.395 nakes yang terdaftar saat ini, dan jumlah itu, masih terus bergerak atau bisa bertambah, karena masih proses verifikasi, falidasi, dan masih ada yang dilakukan skrining," jelas Ratri.

Menurut Ratri, pemerintah secara umum membagi vaksinasi menjadi empat tahap, yang pertama untuk nakes bersama 10 tokoh masyarakat, kedua pelayanan publik, ketiga anggota masyarakat dan pelaku ekonomi, serta terakhir anggota masyarakat lainnya kelompok rentan.

Kenapa dilakukan bertahap, menurut Ratri, karena penemuan vaksin COVID-19 merupakan suatu terobosan yang luar biasa di dunia kedokteran saat ini.

Karena, vaksin yang biasanya diproduksi selama minimal lima tahun hingga 12 tahun, sekarang bisa dipercepat cukup butuh waktu satu tahun sudah bisa dihasilkan vaksin yang berkualitas setara.

Sehingga, masyarakat di seluruh dunia berbondong-bondong untuk mencari produksen vaksin yang bisa diberikan masyarakat secara global. Pada akhirnya, pelaksanaan vaksin harus dilakukan secara bertahap karena belum banyak produsen vaksin yang mampu menyediakan untuk sasaran yang ada di seluruh dunia.

Boyolali khususnya pada Januari ini, sudah bisa dilaksanakan diharapkan tanggal 28 Januari dosis pertama sudah selesai. Vaksin yang dipakai sinovac harus diberikan dalam dua dosis dalam dengan tenggang waktu selama 14 hari atau minggu kedua Februari 2021.

Setelah itu, Dinkes Boyolali sasaran kedua vaksinasi bagi pelayanan publik sebanyak 34.941 sasaran. Sehingga, pihaknya membutuhkan peran serta dari semua pihaknya yang terkait dengan permasalahan data, informasi, dan juga penangkalan terhadap hoaks yang perlu diselesaikan bersama.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR