Jumat, 30 Oktober 2020
Unik Menarik
Idiiih...

Astaga, Kepala Madrasah Ini Hamili Siswi SMP

Selasa, 17 Mei 2016

KISUTA.com - Entah apa yang ada di pikiran Ismail (47), warga Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Pria yang menjabat sebagai kepala Madrasah Aliyah di Bantul ini tega mencabuli S (16) sebanyak empat kali hingga pelajar yang masih duduk kelas 3 MTs ini hamil dua bulan.

"Tanggal 9 Mei 20016 kemarin korban S bersama pengasuh asrama datang ke Polda DIY untuk melapor," ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda DIY, Kompol M Retnowati kepada Kompas.com, Senin (16/05/2016).

Retnowati menjelaskan, pelaku telah bercerai dengan istrinya sejak 2012 lalu. Aksi pencabulan tersebut dilakukan Ismail sejak awal 2016 lalu. "Pengakuan korban empat kali, tapi lupa tanggal-tanggal. Hanya terakhir kejadian 6 Mei 2016," tegasnya.

Menurut dia, setiap akan menjalankan aksinya modus pelaku selalu mengajak korban untuk jalan-jalan. Setelah itu, korban dibawa ke losmen di Kota Yogyakarta. Di kamar losmen itulah pelaku melakukan aksinya. "Pindah-pindah tempat, tapi di losmen," tandasnya.

Korban lanjutnya bersedia diajak jalan-jalan karena selama ini pelaku sangat baik. Pelaku sering mengantar jemput korban saat berangkat maupun pulang sekolah.

Selain itu, pelaku juga berbaik hati meminjami ponsel serta sering membelikan makanan dan mengantarkan korban ke asramanya. "Pelaku bukan kepala sekolah korban. Tetapi tempat kerja pelaku itu ada di depan asrama korban," urainya.

Terbongkarnya pencabulan yang dilakukan oleh pelaku berawal dari razia ponsel yang dilakukan pengasuh asrama. Korban S ketahuan membawa ponsel. "Saat ditanya ponsel itu dipinjami pelaku. Lalu ketika diajak komunikasi, kepada pengasuh asrama korban mengeluhkan telat haid," urainya.

Curiga dengan cerita korban, pengasuh asrama lantas berinisiatif melakukan tes kehamilan. Hasilnya korban S positif hamil.

Saat ditanya, korban mengaku pelakunya adalah Ismail kepala sekolah yang sering mengajaknya jalan-jalan. "Hamil dua bulan. Setelah melaporkan ke pihak yayasan, korban dan pengasuh asrama melapor ke Mapolda DIY," ucapnya.

Dari laporan itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di tempat kerjanya, Senin (16/5/2016). Saat dimintai keterangan, pelaku mengakui segala perbuatanya.

Menurut Retnowati, pelaku pencabulan sempat memberikan obat-obatan setelah mengetahui korban S hamil. Tujuannya agar kandungan S keguguran. "Korban sempat cerita kepada pelaku kalau terlambat haid," ujar Retnowati.

Pelaku memberi tiga jenis pil. Korban sempat satu kali meminumnya. Saat ini, pil yang diberikan oleh pelaku telah diamankan. Namun belum diketahui jenis pil tersebut dan dibeli dari mana.

Dikatakan Retnowati, pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan psikolog guna memberikan pendampingan kepada Korban. Sebab, korban masih di bawah umur dan masih memiliki masa depan.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR