Rabu, 27 Oktober 2021
Unik Menarik

BPPD Solo Gandeng PRSSNI Surakarta Promosikan Pariwisata

Selasa, 21 September 2021
Ist.

KISUTA.com - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Surakarta melakukan penandatangan kerjasama dengan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional (PRSSNI) Cabang Surakarta di bidang promosi dan ekspose kegiatan pariwisata.

Penandatanganan kerjasama yang berlangsung di The Sunan Hotel Solo Senin, 20 September 2021 tersebut dihadiri pengurus BPPD Kota Surakarta dan para pelaku bisnis media penyiaran radio di Kota Solo.

Kerjasama kedua belah pihak tersebut ditandai dengan penandatanganan berkas MOU oleh Ketua BPPD Kota Surakarta, Retno Wulandari dan Ketua PRSSNI Cabang Surakarta, Kresna Wicaksono Nugroho.

Melalui perjanjian kerjasama ini diharapkan masing - masing pihak bisa meningkatkan kerjasama dan sinergi promosi untuk penguatan program pariwisata di Kota Surakarta.

Dalam kesempatan tersebut sekaligus digelar diskusi "Radio Talk " bertajuk “Peran Radio dalam Promosi Pariwisata” yang menghadirkan narasumber Komisioner Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Tengah, Anas Syahirul Alim dan Praktisi Senior Radio, Guntoro Widiastanto.

Menurut Anas, dirinya masih sangat optimis radio akan tetap eksis meski menghadapi tantangan di era disrupsi saat ini. Justru sakarang format radio di era kekinian harus bisa memanfaatkan kemajuan platform komunikasi. Jika itu bisa dilakukan maka peluang eksistensi radio dalam menjangkau audiens akan semakin besar. Termasuk membantu mempromosikan sektor pariwisata.

“Kalau ada yang sering tanya, apakah radio masih ada maka selalu saya jawab radio masih eksis. Regenarasi audiens radio terus berjalan, kaum milineal masih tetap mendengarkan radio tentu dengan cara mereka. Selain lewat mobil, juga dengan streaming lewat gadget mereka,” katanya.

Berkembangnya kanal media baru berbasis internet membuat radio menghadapi tantangan yang besar. Kuncinya ada pada kreatifitas, adaptasi dan inovasi yang dibutuhkan radio untuk bertahan.

“Kompetisi radio tak hanya dengan sesama radio, atau dengan televisi maupun koran. Tetapi juga harus berkompetisi dan mengakomodasi media-media baru di era digital,” papar Anas.

Anas juga menambahkan radio punya peran yang sangat strategis untuk promosi dan pengembangan pariwisata, apalagi di tengah kondisi pariwisata yang sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Lewat narasinya, radio bisa menggerakkan masyarakat untuk bisa datang ke tempat wsiata dengan penggambaran yang lengkap. Atau menggerakkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di lokasi wisata dan seterusnya. Kita berharap radio bisa menyuguhkan narasi cerita yang komplit tentang kegiatan wisata, sehingga nikmat dikonsumsi sambil nyetir mobil atau sambil kegiatan lain,” ungkapnya.

Guntoro Widiastanto menambahkan, kunci pengelolaan radio agar tetap eksis ada di SDM (Sumber Daya Manusia) dan programnya. Contoh sederhana, pemahaman penyiar terhadap acara atau program yang dibawakan sangat penting. Karena dia sering mengamati program acara kering karena penyiar sendiri kurang memiliki bekala terhadap acara yang dibawakan.

Dia juga menyarankan untuk mendukung pariwisata, radio bisa menggunakan ikon-ikon tertentu baik program maupun lokasi-lokasi yang menjadi tujuan wisata dalam program siaran mereka.

Sementara itu Ketua BPPD Kota Surakarta, Retno Wulandari menuturkan di situasi pandemi dimana mobilitas dibatasi, minat mendengarkan radio semakin tinggi, momentum ini bisa digunakan untuk mendukung program untuk percepatan kebangkitan sektor pariwisata.

“Informasi tentang penerapan protokol kesehatan, capaian vaksinasi serta pembukaan destinasi wisata kembali sangat bermanfaat untuk masyarakat atau wisatawan yang akan datang ke Kota Solo,” tuturnya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR