Kamis, 22 Oktober 2020
Unik Menarik
Idiiih...

Corona 'Breidel' Majalah Playboy

Jumat, 20 Maret 2020

KISUTA.com - Gegara wabah virus corona, majalah dewasa Playboy menghentikan penerbitannya. Majalah vulgar ini mengumumkan, mereka menghentikan edisi cetak untuk musim semi setelah bergulirnya virus corona.

Dalam pengumuman yang disampaikan melalui surat terbuka, CEO Playboy Enterprises, Ben Kohn, mengatakan bahwa wacana itu sejatinya sudah dibahas. Namun, seperti dilansir The Guardian, Kamis (19/3/2020), mereka akhirnya mantap menghentikan edisi cetak akibat merebaknya virus corona.

"Pertanyaannya adalah bagaimana mengubah produksi cetak AS agar sesuai dengan konsumen saat ini, dan terhubung setiap hari daripada tiga bulan sekali," kata Kohn.

Dia menjelaskan, mereka bakal memasuki edisi digital untuk semua konten, termasuk Playboy Interview 20Q, Playboy Advisor, dan gambar-gambar Playmate.

Kohn mengatakan, perilaku konsumsi media saat ini mengalami perubahan. Dia mengaku, konten cetak mereka hanya menjangkau segelintir orang. Meski begitu, pada 2021, Kohn menuturkan, mereka masih menawarkan edisi kertas, seperti edisi khusus atau koleksi dari masa ke masa.

Majalah dewasa ini pertama kali didirikan oleh mendiang Hugh Hefner pada 1953, dan sejak itu menjadi salah satu merek terkenal di dunia. Media tersebut menjadi sensasional karena menampilkan perempuan telanjang dan apa yang disebut sebagai peran tabu dalam revolusi seksual.

Pada 2016, majalah itu sempat mengumumkan melakukan eksperimen dengan tidak lagi menampilkan secara penuh gambar model bugil. Namun, pada Februari 2017, mereka meralat keputusannya karena keberadaan dunia maya. Adapun Hefner meninggal pada September 2019.* das - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR