Selasa, 24 November 2020
Unik Menarik
P3BB UNS Latih Petani Anggrek Matesih

Di Masa Pandemi, Bisnis Anggrek Sangat Menguntungkan

Sabtu, 7 November 2020
Ist.
BISNIS anggrek sangat menguntungkan, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.*

KISUTA.com – Pusat Penelitian dan Pengembangan Bio Teknologi dan Biodiversitas (P3BB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar penyuluhan kepada petani anggrek di Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Penyuluhan bertema: Pendampingan Agribisnis Anggrek Hibrida.

“Penyuluhan diikuti oleh kelompok tani anggrek desa setempat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Program Kemitraan Masyarakat,” ungkap Ketua Tim PKM UNS, Prof.Dr.Ir.Sri Hartati, M.P yang juga Ketua P3BB LPPM UNS, kepada wartawan, Sabtu (7/11/2020).

Prof Sri Hartati menjelaskan, bisnis anggrek sangat menguntungkan, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Perkembangan teknik budidaya anggrek hibrida di Indonesia sangat pesat.

“Menurut pengamatan kami selama ini petani anggrek di Plosorejo hanya berbisnis dengan cara membeli bibit yang sudah besar (remaja) dan dibesarkan selama empat sampai enam bulan terus dijual. Berbisnis seperti ini kurang menguntungkan apalagi pada masa pandemi ini harga bibit anggrek melangit dan sulit didapat di pasar,” ungkapnya.

Untuk itu, Prof Sri Hartati mengajak para petani anggrek Plosorejo untuk berbisnis dengan cara memelihara anggrek dari botol hasil kultur jaringan. Dengan cara ini hasilnya lebih menguntungkan.

Memang dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan yang paling sulit adalah teknik aklimatisasi yakni mengeluarkan bibit anggrek dalam botol dan memindahkan dalam pot.

“Oleh karena itu tim PKM UNS memberikan pelatihan bukan hanya teoritis, namun dilakukan juga praktek dengan memberikan bantuan bibit jenis Phalaenopsis dari UNS. Selain sebagai bahan praktek, bibit anggrek tersebut diberikan sebagai modal bagi kelompok,”jelas Sri Hartati.

Menurut Prof Sri Hartati, kegiatan praktek dilaksanakan sejak sejak bulan Agustus dan sampai sekarang. “Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan petani anggrek di Plosorejo untuk membudidayakan anggrek mulai dari botol agar pendapatan dari berbisnis anggrek meningkat,” ujarnya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR