Kamis, 16 Juli 2020
Unik Menarik

FT UNS Kenalkan Beton Poriblok

Senin, 1 Juni 2020

Poriblok saat ini telah beberapa kali diujicobakan oleh Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS, terutama diperuntukan sebagai bahan perkerasan jalan (pavement) yang ramah lingkungan.

Eko Prasetyo/KISUTA.com
PEMBUATAN cetakan poriblok.*

KISUTA.com - Sejumlah dosen dan mahasiswa mengenalkan beton poriblok. Beton berporiblok merupakan pengembangan beton berpori konvensional.

"Poriblok merupakan beton spesial dengan porositas tinggi yaitu antara 15-30% rongga udara sehingga mudah untuk dilalui air," ungkap Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Ir. Ary Setyawan, PhD kepada kisuta.com, di Solo, Senin (1/6/2020).

Kenapa poriblok sengaja dibuat berpori-pori sehingga bisa dilalui air? Selain agar mudah menyerap air, bahkan bisa menguras air yang tergenang. Sehingga menjadikan awet beton maupun aspal, tidak gampang rusak.

Poriblok atau dikenal sebagai beton porus memang dibuat dari campuran air, semen, agregat kasar dengan sedikit atau tanpa agregat halus agar didapatkan pori-pori yang cukup banyak dan tanpa bahan tambah lainnya yang tidak mengurangi mutu beton tersebut,campuran ini menciptakan suatu sel terbuka struktur,membiarkan air hujan untuk menembus mendasari lahan.

"Artinya poriblok mempunyai angka pori sebesar 15% - 22% yang lebih tinggi dari beton normal. Beton dapat digunakan untuk daerah lalu-lintas rendah yang ditinjau dari kuat tekan dan porositasnya," ujarnya.

Lebih lanjut Ary mengemukakan, poriblok menggunakan agregat satu ukuran atau agregat seragam mempunyai kuat tekan rendah dan permeabilitas yang bagus. Poriblok pada umur 28 hari mempunyai kuat tekan antara 3 sampai 28 MPa dengan porositas 14-31% dan permeabilitas berkisar 0,25 sampai 6,1 mm/detik.

"Untuk mengetahui kekuatanya maka sebelumnya diujicoba di laboratorium Teknik Sipil UNS," ujarnya.

Poriblok saat ini telah beberapa kali diujicobakan oleh Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS, terutama diperuntukan sebagai bahan perkerasan jalan (pavement) yang ramah lingkungan.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR