Rabu, 27 Oktober 2021
Unik Menarik

ICDNR 2021 di UNS, Kupas Tuntas Keberadaan Kendaraan Listrik dan Kebijakan Indonesia

Minggu, 10 Oktober 2021
Humas UNS

KISUTA.com - International Conference Democracy And National Resilience (ICDNR) 2021 merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan oleh peneliti riset grup Pusat Studi Demokrasi Dan Ketahanan Nasional (pusdemtanas) Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret (LPPM UNS), Solo, Minggu (10/10/2021).

Ketua Pusdemtanas LPPM UNS, Dr. Sunny Ummul Firdaus, S.H., M.H. mengatakan, tema yang diangkat dalam konferensi ini yaitu Increasing National Resilience Based On Electrified Vehicle Policies. "Tema ini diangkat karena saat ini perkembangan teknologi dan menyebabkan keberadaan kendaran listrik menjadi salah satu moda transportasi terbaru yang sedang banyak diterapkan dan dikaji oleh berbagai negara untuk mengurangi adanya gas emisi buang yang berimplikasi pada pencemaran udara," jelasnya.

Selain itu, kata Sunny, keberadaan kendaraan listrik diproyeksikan untuk mengurangi gas emisi buang yang saat ini menempati level yang membahayakan. Berdasarkan pengamatan AQLI, 91% penduduk Indonesia tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara melebihi batas aman yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO). Urgensitas penerapan dan percepatan inilah menyebabkan Indonesia harus segera mengatur penjaminannya. Hal ini terlihat dengan adanya regulasi yang telah dikeluarkan Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) yang resmi diundangkan pada 12 Agustus 2019 sebagai upaya pemerintah dalam mendukung peraturan mengenai kendaraan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) sebagai kendaraan ramah lingkungan di masa depan.

"Konferensi internasional ini diselenggarakan pada 9 - 10 Oktober 2021 yang terdiri dari dua kegiatan utama yaitu terselenggaranya konfererensi dan presentasi paper internasional. Konferensi ini diisi sambutan oleh Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum Selaku Rektor UNS dan Dr. Sc. Agr. Rahayu, S.P., M.P selaku Ketua ICDNR 2021," ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Sunny, konferensi internasional ini juga dibuka dengan keynoted speech dari Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M selaku presiden komisaris PT. Pertamina (Persero) tentang “strategy to accelerate new and renewable energy by replacing fossil fuel”. Adapun konferensi ini diisi oleh beberapa pembicara nasional maupun internasional, diantaranya yaitu Prof. Dr. Thomas Schmitz (University Of Gottingen Germany), Dr. Norida binti Abdullah (Universiti Teknikal Melaka Malaysia), Mr. Abraham Simon, S.H., LL.M. (Hyundai Motors Indonesia) dan Dr. Sunny Ummul Firdaus, S.H., M.H. (Universitas Sebelas Maret Indonesia).

Konferensi yang dihadiri, menurut Sunny, oleh kurang lebih 500 partisipan dari berbagai negara ini berjalan secara interaktif dengan adanya kesempatan untuk memberikan pertanyaan dan tanggapan mengenai materi yang telah disampaikan.

“Kita perlu membuka kerja sama dan salah satunya dengan universitas seperti Universitas Sebelas Maret dan mitra strategi lainnya, ini merupakan kesempatan baru, kita tidak akan mengetahui berapa lama varien covid datang kepada kita, tetapi yang paling penting kita tidak boleh putus asa dan kita harus siap untuk menghadapi dunia energi baru untuk hidup kita dimasa depan dan kita tidak bisa mengatakan tidak pada berbagai perkembangan produk petrokimia, bahwa mengapa kita percaya bahwa PT. Pertamina sudah mengetahui dan memiliki refinery yang merupakan satu paket dengan pengolahan petrokimia dan kita juga siap untuk bekerjasama dalam hal energi hidrogen, gheotermal dan berbicara tentang mitra energi surya, inilah yang kita bagi tentang strategi yang akan dan sudah dilaksanakan oleh pertamina saat ini,” ujar Ir. Basuki Tjahaja Purnama pada konferensi tersebut.

Selanjutnya, kata Sunny, rangkaian kegiatan kedua dalam konferensi ini yaitu adanya submisi paper internasional, dimana paper ini dipresentasikan pada hari kedua, 10 Oktober 2021 oleh penulis. Presentasi ini terbagi menjadi 6 ruangan dengan jumlah peserta sebanyak 65 penulis. Presentasi ini berjalan dengan interaktif berupa diskusi antar para penulis paper internasional dan menjadi ajang para penulis untuk saling berbagi dan belajar pengetahuan yang telah disampaikan. "Adapun paper ini nantinya akan diterbitkan dalam bentuk proceeding pada Atlantis Press – Part of Springer Nature dan akan terindeks oleh Clarivate – Web of Science," jelasnya.

Adapun konklusi yang dapat ditarik dari keseluruhan konferensi ini yaitu bahwasanya penyelenggaraan kendaraan listrik di Indonesia saat ini menjadi hal yang penting guna mencegah peningkatan pencemaran udara dan pengurangan sumber energi tak terbarukan. Pemanfaatan kendaraan listrik dalam kehidupan tentu akan memudahkan masyarakat dalam berbagai hal dan tentu akan mendongkrak adanya peningkatan kapasitas masyarakat berkaitan dengan pemanfaatan kendaraan listrik serta adanya peningkatan kapabilitas masyarakat melalui pelatihan pengelolaan energi. Selain itu keberadaan regulasi dan kebijakan mengenai kendaraan listrik saat ini menjadi landasan pokok atas terselenggaranya pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia diimbangi dengan sinergitas pemerintah, swasta, masyarakat dan internasional untuk mendorong adanya percepatan pemanfaatannya.

“Saya belajar banyak dan sangat menarik bagaimana aturan kendaraan listrik yang sedang berkembang, dan konferensi ini menjadi langkah pertama untuk mendorong adanya konferensi serupa dimasa yang akan datang untuk terus mendukung perkembangan ini” Ujar Prof. Dr. Thomas Schmitz.

“Kami di Hyundai terus mendukung program pemerintah Indonesia dalam mendorong industri otomotif termasuk mengembangkan ekosistem kelistrikan di daerah” tambah Abraham Simon dalam closing statement-nya. Selanjutnya Dr. Sunny Ummul Firdaus juga menambahkan bahwasanya ini adalah topik yang sangat menarik, ketahanan nasional, revolusi industri 4.0, sumber daya alam, persaingan ekonomik global, pengembangan sains dan teknologi, kebijakan kendaraan untuk mengelola industri kendaraan, strategi pemerintah dan mendukung pengembangan untuk industri ini menjadi topik bahasan yang sangat menarik dan dapat memberikan banyak pengetahuan baru soal kendaraan listrik di Indonesia.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR