Kamis, 26 November 2020
Unik Menarik
Idiiih...

Istri Berubah Jadi Pria, Sang Suami Malah Makin Sayang

Minggu, 21 Februari 2016
NET

GRAHAM Hopwood mengantarkan istrinya melakukan suntik hormon menjadi pria dan operasi pengangkatan payudara. Meskipun saat ini sang istri sudah berubah menjadi seorang pria dan mengganti namanya menjadi Cathan, namun Graham mengaku pernikahannya yang s

KISUTA.com - Bagaimana perasaan Anda jika istri Anda ingin berubah menjadi seorang pria? Apakah Anda akan marah dan menceraikannya? Atau Anda justru mendukung dan membiarkannya menjadi seorang pria?

Sepertinya banyak pria akan memilih pertanyaan pertama, marah dan menceraikan istri yang ingin berubah menjadi seorang pria. Namun tidak demikian halnya dengan yang dilakukan Graham Hopwood. Pria asal Inggris ini justru mendukung istrinya, Catherine yang ingin berubah menjadi seorang pria.

Dikabarkan Mirror, beberapa waktu lalu, tak hanya mendukung, Graham bahkan mengantarkan istrinya melakukan suntik hormon menjadi pria dan operasi pengangkatan payudara. Meskipun saat ini sang istri sudah berubah menjadi seorang pria dan mengganti namanya menjadi Cathan, namun Graham mengaku pernikahannya yang sudah berjalan 12 tahun justru semakin bahagia.

"Dalam tubuh Cathan masih orang yang dulu saya kenal dan saya cintai," ujar Graham mengutarakan alasannya tetap hidup bersama Cathan.

"Satu-satunya hal yang saya bingungkan yakni untuk menyebut Cathan. Tidak mungkin saya menyebutnya istri, hingga saya pun memanggilnya sebagai partner saya. Setelah menjadi pria, kami memang tidak pernah lagi berhubungan seks, tapi kami tetap intim," tutur Graham yang berusia 68 tahun ini.

Sementara Cathan mengatakan, tetap mencintai Graham dan tidak memikirkan untuk meninggalkannya. “Dia lelaki yang luar biasa. Dia lelaki yang luar biasa. Saya sudah menawari Graham jika ia mau mengundang wanita lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Tapi dia tidak mau karena keintiman dan kebahagiaan kami tidak harus dengan melakukan hubungan seksual, tapi lebih penting adanya perhatian, keterbukaan, dan saling menyayangi," katanya.

Graham mengaku, sudah sejak dulu telah mengetahui istrinya tak nyaman dengan tubuh perempuannya dan mengalami gender dysphoria. Tak marah dengan kondisi istrinya, Graham justru membantunya menemukan jati diri agar bahagia.

Cathan memang telah menunjukkan kelainan sejak kanak-kanak. Dia tidak suka bermain boneka atau berdandan seperti wanita, tetapi justru senang main perang-perangan layaknya anak laki-laki.

Graham dan Cathan bertemu saat keduanya bekerja sebagai sopir bus. Saat itu, Graham yang sudah 13 tahun menikah dengan istri pertamanya bercerai dan tidak bisa lagi bertemu dengan 3 anaknya. Saat bertemu Cathan, ia merasa cocok dan nyaman sebab Cathan dinilainya sebagai orang yang penuh perhatian dan kehangatan, serta bisa memberi dukungan baginya.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR