Senin, 25 Januari 2021
Unik Menarik
Dari Ngopi Bandung

Jangan Menunggu Disanksi, Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Rabu, 18 November 2020
Humas Pemkot Bandung
SEKDA di acara Ngopi Bandung (Ngobrol Perihal Kota Bandung) III yang digelar di Hotel Prama Grand Preanger, Rabu (18/11/202020).*

KISUTA.com - Warga Kota Bandung diimbau tetap berkomitmen, berpartisipasi dan saling dukung dalam mengatasi pandemi Covid-19. "Pemkot tidak bisa mengatasi pandemi Covid-19 tanpa ada komitmen, partisipasi dan dukungan warga," kata Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna.

Ini disampaikan Ema Sumarna yang juga Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung di acara Ngopi Bandung (Ngobrol Perihal Kota Bandung) III bertemakan "Penanganan Kesehatan dan Penegakan Hukum" yang digelar Bagian Humas Setda Kota Bandung di Hotel Prama Grand Preanger, Kota Bandung, Rabu (18/11/202020).

Menurut Ema, jika masyarakat hanya mengandalkan woro-woro tanpa kesadaran, ke depan akan repot. Ada masyarakat yang menyampaikan sebetulnya sudah paham dan sangat tahu, tinggal diberikan penguatan saja.

"Mudah-mudahan setelah ini (Ngopi Bandung) ada dampak penguatan terhadap pemahaman mereka, bagaimana melakukan tindakan termasuk juga kontrol masyarakat dalam penegakan hukumnya," katanya.

"Saya tadi contohkan jam operasional harus dipenuhi, toko modern sampai pukul 21.00 WIB. Kalau lewat tutup saja. Karena memang aturannya seperti itu. Kalau dibiarkan terus memancing orang terus datang. Apalagi saat ini kita mendekati zona merah. Untuk antisipasi harus lebih disiplin. Laksanakan Protokol Kesehatan secara maksimal," tambah Ema.

Sekda mengingatkan bahwa aturan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) yang berlaku saat ini harus ditegakan secara maksimal juga. Jangan sampai ada yang menyimpang dari ketentuan dan regulasi.

"Kalau begitu (menyimpang) terus tidak akan pernah selesai. Makanya pengawasan dari kita juga harus lebih maksimal. Tapi kalau hanya mengandalkan SDM dari Aparatur, itu berat. Makanya kami mohon RT, RW, LPM, Karang Taruna jadi mata, hati dan telinga kita juga," ujarnya.

Lebih lanjut, sekda menyampaikan bahwa camat saat ini berwenang untuk menegakkan hukum di wilayah kerjanya dengan mengacu pada Perwal. "Camat juga saya tekankan, jangan ragu, tutup ya tutup saja kalau itu melanggar. Penindakan harus lebih maksimal, kita tidak ingin mengarah denda," tegasnya.

Dalam penegakan aturan, lanjutnya, ada aspirasi masyarakat supaya bersifat humanis. "Kemudian tindakan fisik yang wajar, boleh, yang penting tidak mencelakakan. Yang paling utama, targetnya penegakan hukum ini memang sebuah keniscayaan. Tapi disiplin masyarakat juga adalah kebutuhan, jangan hanya terus diingatkan," tuturnya.* Dadang Sutarjan - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR