Rabu, 28 Oktober 2020
Unik Menarik
Menanggapi Rumor PSHT akan Turun ke Jalan

Kapolresta Surakarta: Kami Siaga Menjaga Kondusivitas Kota Solo

Selasa, 22 September 2020
Eko Prasetyo/KISUTA.com
KAPOLRESTA Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.*

KISUTA.com - Polresta Solo menanggapi rumor PSHT akan turun ke jalan lagi malam ini, Selasa (22/9/2020). Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, untuk menjaga Kota Solo tetap aman Polresta Solo diback up Polda Jateng.

"Dalam hal ini adalah Satbrimob dan ditsamapta Polda Jateng. Selain itu, ada juga unsur TNI yakni Korem, Kodim, Lanud, dan Kopassus akan menjaga dan memelihara situasi Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas tetap kondusif," jelas Kapolresta Solo.

Kombes pol Ade Safri mengatakan, agar masyarakat tetap produktif menjalankan aktivitas kehidupannya di tengah pandemi."Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat," ujarnya.

Dalam hal ini Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak juga meminta pihak PSHT untuk menyerahkan kasus tersebut pada pihak kepolisian. "Kasus yang menimpa anggota PSHT tersebut akan diselidiki secara profesional," ungkapnya.

Berkaitan dengan adanya rumor PSHT yang bakal menggeruduk Kota Solo, Kapolresta meminta agar tidak ada kerumunan massa. Sebab, saat ini masih dalam keadaan pandemi corona.

Berkaitan itu, Ade meminta PSHT untuk mengurungkan niat datang ke Kota Solo lagi. "Kami minta untuk mempercayakan pada pihak Polri, untuk teman teman bisa aktif untuk menahan diri," ujarnya.

Kabar yang beredar di media sosial (Medsos) massa yang akan turun ke jalan karena tenggat waktu yang diberikan untuk polisi menangkap pelaku pembacokan anggota PSHT adalah hari ini, Selasa (22/9/2020).

Sementara itu dengan rumor yang beredar di Medsos, Pejabat Humas PSHT Sukoharjo Marjono mengatakan, bahwa kabar tersebut hoax. "Hoax, kita tidak ada gerakan (turun jalan)," papar Marjono kepada wartawan, Selasa (22/9).

Marjono mengatakan, semua anggota juga sudah diminta untuk tidak memobilisasi anggota yang lain untuk mengikuti ajakan hal-hal yang merugikan organisasi.

"Persoalan yang baru saja terjadi di wilayah Surakarta hendaknya diserahkan pada pihak yang berwajib," kata dia.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR