Selasa, 24 November 2020
Unik Menarik

Libur Panjang di Bandung Raya

Selasa, 27 Oktober 2020
Humas Jabar
GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil terus mempersiapkan strategi dan mewanti-wanti dalam menghadapi libur panjang pekan ini.*

KISUTA.com - Pemerintah telah menetapkan tanggal 28 dan 30 Oktober sebagai cuti bersama. Dengan demikian, masyarakat memiliki libur panjang sejak 28 Oktober hingga 1 November. Namun, pandemi Covid-19 membuat waktu libur kali ini jadi tak biasa. Menjadi libur panjang yang berbeda dari biasanya.

Bagi pemerintah, liburan kali ini berimplikasi pada tugas dan tanggung jawab lebih. Bagi pengusaha, ini merupakan peluang sekaligus tantangan. Sementara bagi masyarakat, menjadi dilema. Di satu sisi, ini waktu yang selalu ditunggu untuk mudik atau liburan keluarga. Di sisi lain, sebaiknya #DiRumahAja karena 'kerangkeng' pandemi Covid-19.

Kondisi seperti ini sangat terasa di Bandung Raya. Daerah seputaran ibu kota Jawa Barat ini adalah magnet yang mampu menyedot siapa saja, terutama pada waktu liburan.

Bandung Raya --Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat-- selalu mampu menyuguhkan daya tarik. Bagi wisatawan, Bandung Raya adalah surga wisata.

"Kota Bandung menjadi tujuan wisata dari luar kota, terutama dari DKI Jakarta. Kota Kembang ini masih memiliki magnet wisata meskipun pandemi tengah melanda," kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Jumat (23/10/2020).

"Kota Bandung itu kota terbuka, kota jasa, kita tidak bisa melarang orang untuk masuk ke sini," tambah Kang Yana.

Kang Yana juga telah menugaskan jajarannya untuk melakukan pengawasan secara ketat di semua titik. "Jangan sampai kitanya lengah. Intinya itu. Bawa hand sanitizer dan bermasker. Itu sebagai bentuk proteksi diri dan menjaga orang lain juga," tegasnya.

Pun Kabupaten Bandung Barat. Bupati Aa Umbara Sutisna memprediksi sejumlah objek wisata di Kabupaten Bandung Barat Diserbu pengunjung. Bupati Aa sejak dini sudah mewanti-wanti pengelola objek wisata agar melakukan berbagai persiapan, terutama untuk mengantisipasi pelanggaran protokol kesehatan akibat serbuan wisatawan.

Bandung Raya yang diprediksi akan diserbu pendatang pada libur panjang kali ini, menjadi perhatian pemerintah daerah saja. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaruh perhatian khusus.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terus mempersiapkan strategi dan mewanti-wanti dalam menghadapi kondisi ini. Ia mengingatkan pengelola destinasi wisata agar tetap menjaga komitmen, penerapan protokol kesehatan saat libur panjang dan cuti bersama pekan ini.

Dikatakan Kang Emil, pihaknya akan meminta pengelola destinasi wisata untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, khususnya soal pembatasan jumlah pengunjung.

"Kalau janjinya 50 persen (pengunjung dari total kapasitas), tolong dijaga komitmen itu," katanya, Senin kemarin.

Selain destinasi wisata, Pemprov akan meningkatan pengamanan di pintu keluar-masuk Jabar, seperti jalan tol. Pengetesan Covid-19 dengan rapid test akan digelar secara acak. Mereka yang reaktif akan menjalani swab test.

"Jadi jangan kaget nanti akan diberhentikan secara baik-baik dan sopan oleh kami dan kepolisian untuk dites," kata Kang Emil.

Kang Emil ini berharap dengan metode tersebut tidak ada pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif. Jika ditemukan, maka pola pengetesan di ruas jalan dan area wisata akan disempurnakan.

Kang Emil tetap mengimbau warga tidak keluar kota atau pulang mudik. Sebab, arus mudik sangat berpotensi menimbulkan kerumunan baik selama perjalanan maupun ketika tiba di kampung halaman.

“Jadi sebenarnya kerumunan yang sifatnya mudik itu bisa dihindari potensinya kalau kita disiplin. Nah, memang harapannya kalau tidak perlu-perlu amat, bergerak (mudik) selama long weekend itu jangan,” ungkapnya.

“Tapi kalau sudah keburu, kadung ya baru boleh tapi menggunakan 3M," tandasnya.* Dadang Sutarjan - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR