Jumat, 30 Oktober 2020
Unik Menarik

Pemprov Jabar Jamin Transparansi Terkait Informasi Seputar Covid-19

Sabtu, 11 Juli 2020
Humas Pemprov Jabar
RIDWAN Kamil saat menjadi pembicara dalam webinar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jabar Seri ke-5 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020).*

KISUTA.com - Komunikasi, sosialisasi, dan edukasi sangatlah penting dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Jabar.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Kang Emil, menyatakan bentuk komunikasi dan edukasi itu disampaikan melalui info grafis hingga video.

"Kami membuka layanan informasi via Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar). Lewat layanan itu, masyarakat dapat melontarkan pertanyaan terkait penanganan Covid-19. Dengan begitu, gugus tugas provinsi mengetahui informasi apa yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya saat menjadi pembicara dalam webinar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jabar Seri ke-5 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020).

Disebutkan, sejak 18 Maret 2020, Pikobar menerima 123.000 pertanyaan dari masyarakat. Hal yang ditanyakan didominasi soal tes masif dan bantuan sosial. Sekitar 97 persen pertanyaan tersebut sudah dijawab.

"Topik yang ditanyakan setiap minggu berbeda. Contohnya, tanggal 28 Juni sampai 4 Juli 2020 tentang tes masif Covid-19, penyaluran bansos, dan akun Sapa Warga. Itu menjadi top aduan. Di Pikobar sendiri aduan terbesar terkait bantuan tunai Kemensos, provinsi, dan seterusnya," ucapnya.

Ia memastikan pihaknya memegang teguh transparansi, khususnya data soal penanganan Covid-19 dan bansos. Selain itu, gugus tugas provinsi berinovasi dengan menggunakan teknologi race chart guna menyederhanakan data-data Covid-19 yang rumit. Tujuannya memudahkan masyarakat membaca data.

"Kami melakukan inovasi presentasi komunikasi publik. Karena Covid-19 ini indeksnya terlalu banyak, jadi rumit, sehingga kami permudah dengan teknik komunikasi yang simpel," katanya.

Media monitoring pun rutin dilakukan gugus tugas provinsi. Tujuannya mengetahui peristiwa di lapangan lewat laporan-laporan wartawan.

"Media monitoring itu kami lakukan. Peristiwa yang sifatnya negatif, kita telusuri, kita perbaiki, dan mudah-mudahan (peristiwa yang sama) tidak terjadi lagi," katanya.* harie – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR