Senin, 26 Oktober 2020
Unik Menarik
Suku Bodi, Ethiopia

Pria Buncit Jadi Idaman Kaum Wanita

Sabtu, 29 Agustus 2020
Eric Lafforgue
PRIA Bodi berusaha mempunyai perut buncit, bahkan di suku mereka ada ritual tahunan untuk membuncitkan perut yang bernama Ka’el. Pria berperut buncit menjadi incaran dan idaman kaum wanita.*

KISUTA.com - Ketika pria di berbagai belahan dunia mengidamkan mempunyai perut sixpack (rata), para pria suku primitif pedalaman Ethiopia justru berusaha mempunyai perut buncit. Mengapa? Bagi masyarakat suku Bodi, suku terasing di Ethiopia ini, pria berperut buncit menjadi incaran dan idaman kaum wanita.

Tak heran jika pria Bodi berusaha mempunyai perut buncit, bahkan di suku mereka ada ritual tahunan untuk membuncitkan perut yang bernama Ka’el. Daily Mail beberapa waktu lalu menampilkan sejumlah foto-foto hasil jepretan fotografer Perancis, Eric Lafforgue yang menghabiskan waktu berbulan-bulan hidup bersama Suku Bodi di Lembah Omo.

Sejumlah pria lajang dipilih untuk mengikuti ritual Ka'el atau tahun baru Bodi. Para pria pilihan ini akan melakukan ritual menggendutkan perut mereka. Nantinya, akan dipilih satu pemenang yang paling gendut yang nantinya akan dianggap sebagai pahlawan suku Bodi. Tentunya, sebagai pria tergendut, mereka akan digandrungi para gadis.

Selama enam bulan, pria-pria lajang pilihan ini harus tinggal di sebuah tempat . Mereka dilarang bergerak atau melakukan hubungan seks. Selama prosesi ini, mereka hanya boleh makan campuran darah sapi dan susu.

"Sapi dianggap suci oleh suku Bodi jadi mereka tidak membunuhnya. Darah diambil dengan melubangi nadi sapi dengan pisau atau kapak, setelah itu, lukanya ditutup dengan tanah liat," kata Lafforgue.

Mereka harus menenggak minuman menjijikkan itu dengan cepat. Pasalnya, udara panas Ethiopia lekas membuat darah menggumpal seperti agar-agar. Beberapa pria tak dapat meminumnya, karena mereka keburu muntah melihat minuman menjijikkan itu.

Setelah enam bulan, para pria ini akan menjadi gemuk dengan perut membuncit. Mereka selanjutkan akan mengikuti upacara. Dari tempat menggemukkan badan, mereka harus berjalan kaki ke tempat upacara yang berada di sekitar desa mereka tinggal. Dapat dibayangkan, keadaan mereka saat berjalan. Namun anehnya, mereka justru menjadi pusat perhatian kaum wanita.

Dengan tubuh dibaluri tanah liat dan debu, mereka terus berjalan ke tempat upacara. Beberapa di antaranya tidak kuat, sehingga menumpang mobil sang fotografer. Di tempat upacara, mereka harus mengitari pohon keramat selama beberapa jam. Dengan perut gendutnya, beberapa kontestan lagi-lagi berjatuhan, sehingga menyisakan beberapa orang lagi.

Ketika akhirnya terpilih seorang pemenang, maka ritual tersebut ditutup dengan mengorbankan seekor sapi yang dibunuh dengan cara kepalanya dipukul menggunakan batu keramat. Tetua adat lantas memeriksa isi perut sapi dan darahnya, untuk meramal apakah masa depan akan cerah atau tidak.

"Menjadi pria gendut adalah impian setiap anak Bodi. Beberapa minggu setelah prosesi, mereka akan kurus lagi, tapi dianggap pahlawan seumur hidup," kata Lafforgue.

Budaya suku primitif Bodi hanya tinggal menunggu waktu untuk punah. Pasalnya, pemerintah Ethiopia akan menjadikan wilayah mereka pemukiman untuk 300.000 orang dari seluruh negeri.* ati - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR