Senin, 25 Januari 2021
Unik Menarik

Sejumlah Aturan PSBB Mulai Diterapkan di Kabupaten Sukoharjo

Minggu, 10 Januari 2021
Dok.Pri
JURU bicara Satgas Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati.*

KISUTA.com – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sukoharjo menyatakan sejumlah aturan tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sukoharjo Nomor 400/061/2021. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) segera diterapkan di wilayah Jawa-Bali, termasuk Sukoharjo.

“Sejumlah aturan telah disiapkan Pemkab dan wajib dipatuhi semua pihak. PSBB akan mulai diterapkan pada tanggal 11-25 Januari 2020. Ada sejumlah kebijakan yang wajib dipatuhi,” ungkap Juru bicara Satgas Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati saat bertemu wartawan, di Sukoharjo, Sabtu (9/1/2021).

Yunia mengatakan, aturan itu meliputi, membatasi tempat/kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50 persen (lima puluh persen) dan Work From Office (WFO) sebesar 50 persen (lima puluh persen) dengan memberilakukan protokol kesehatan secara lebih ketat. Selanjutnya melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sektor esensial yang terkait dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

“Kegiatan rumah makan atau warung makan atau PKL, untuk makan atau minum di tempat sebesar 25 persen dari kapasitas tempat duduk, tidak boleh melebihi 50 orang. Sedangkan untuk layanan makanan melalui pesan antar, atau dibawa pulang tetap diizinkan,” jelasnya.

Juru bicara Satgas Covid-19 Sukoharjo mengatakan, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mall atau toko modern atau grosir atau toko kelontong, restoran atau rumah makan atau warung makan atau PKL sampai dengan pukul 19.00 WIB. “Kegiatan konstruksi dapat beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat,” tandas Yunia.

Sementara itu, menurut Yunia, kegiatan di tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen. “Tidak boleh melebihi 50 orang dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat,” tandasnya.

Untuk sosialisasi, akan kita mulai hari Sabtu 9 Januari 2021 di 12 Kecamatan. “Sosialisasi fokus pada titik keramaian, seperti lingkungan rumah, pusat perbelanjaan, dan pusat kuliner,” jelasnya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR