Selasa, 24 November 2020
Unik Menarik

Sempat Vakum Gegara Covid-19, Bandung Capetang Kembali "Capetang"

Senin, 2 November 2020

Di masa pandemi Covid-19 ini, Bandung Capetang belum bisa dilaksanakan di dalam ruangan secara rutin dan tatap muka. Apalagi masih banyak peserta memilih untuk tidak berkerumun.

Humas Pemkot Bandung
KOMUNITAS Bandung Capetang kembali berkegiatan setelah sempat vakum selama masa pandemi Covid-19. Kegiatan dilaksanakan di Sekemala Integrated Farmin, Minggu (1/11/2020).*

KISUTA.com - Bandung Capetang kembali hadir. “Conversation with People in English“ di Kota Bandung ini kembali digelar setelah tak berkegiatan karena pandemi Covid-19.

Kali ini Bandung Capetang bersama Ma'had Al-Islami Abu Seno Indonesia menggelar acara diskusi di Sekemala Integrated Farming (Sein Farm), Minggu (1/11/2020).

Misan Anan Alamsyah selaku penanggung jawab kegiatan yang sekaligus mentor di Bandung Capetang mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kembali kemampuan para peserta dalam berbahasa Inggris.

“Tentunya pelaksanaan ini jumlahnya dibatasi dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung,” kata Misan saat ditemui di Sekemala Integrated Farm (Sein Farm), Kecamatan Ujungberung.

Bandung Capetang merupakan salah satu kegiatan yang digagas oleh Bagian Humas Kota Bandung sejak tahun 2016. Kegiatan ini untuk menyukseskan salah satu Program Bandung Fun Days, yaitu Kamis Inggris.

Nama program ini diambil dari kata capetang dalam Bahasa Sunda yang berarti lancar berbicara. Saat ini Bandung Capetang memiliki anggota/peserta aktif sebanyak 150 orang.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Misan mengaku belum bisa menyelenggarakan kegiatan Bandung Capetang di dalam ruangan secara rutin dan tatap muka. Apalagi masih banyak peserta memilih untuk tidak berkerumun.

Kini ia pun tengah mempertimbangkan untuk menyelenggarakan Bandung Capetang secara daring melalui aplikasi virtual yang telah tersedia. “Nah ini, sebenarnya sudah pernah dilakukan. Namun saya tidak aktif karena kendala teknis. Saya ingin mengembangkan itu dengan dibantu oleh beberapa orang yang berkompeten di bidang IT,” ungkapnya.

Misan yang juga mengajar di Unas Pasim mengungkapkan, latar belakang Bandung Capetang sebetulnya diperuntukkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung. Namun dalam perkembangannya kegiatan tersebut merambah ke masyarakat khususnya kaum milenial untuk mengembangkan potensi berbahasa asing.

“Ini salah satu wadah atau komunitas bagi warga Kota Bandung untuk mengasah kemampuan berbahasa inggris, khususnya bagi kaum milenial,” Jelasnya.

Di tahun ke-4, kegiatan ini diharapkan terus berkembang dan semakin menarik perhatian warga agar mau belajar. Sehingga setiap orang di Kota Bandung mahir berbahasa Inggris.

Di program itu, siapa pun boleh ikut, mulai dari pelajar, pensiunan, ibu rumah tangga, ASN, Program ini tanpa dipungut biaya. Peserta boleh memanfaatkan Capetang untuk saling mengobrol dalam Bahasa Inggris. Syaratnya, asal punya keinginan dan minat untuk mengobrol.* Dadang Sutarjan - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR