Jumat, 21 Juni 2024
Sosok Inspirasi
Belimbing Asam

Buah Penyedap yang Berkhasiat

Senin, 27 Juli 2020
wuluh.jpg
IST.
SELAIN sebagai buah penyedap rasa, belimbing asam termasuk herbal yang cukup penting di dunia pengobatan tradisional.*

KISUTA.com - Tanaman ini begitu akrab dengan ibu-ibu, terutama yang hobi masak. Buahnya merupakan pelengkap penyedap masakan, untuk membuat rasa asam yang alami. Karena itu, belimbing asam (Averhoa bilimbi) banyak ditanam di pekarangan, di samping buah kecutnya untuk kebutuhan masak sehari-hari, tampilannya pun terbilang manis sebagai tanaman hias.

Tanaman yang berasal dari Amerika latin, ini dapat tumbuh baik di tempat-tempat terbuka yang mempunyai ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Selain dipelihara di pekarangan, tanaman yang juga disebut blimbing wuluh (Jawa), takurela (Ambon), celane (Bugis) dan orang Sunda menyebutnya calingcing, ini banyak tumbuh juga secara liar di ladang atau tepi hutan.

Pohon belimbing asam dapat mencapai tinggi lebih 10 meter dan mempunyai batang yang keras. Ada dua varietas dari tumbuhan ini yaitu yang menghasilkan buah berwarna hijau dan kuning muda atau sering pula dianggap berwarna putih.

Batangnya tidak banyak memiliki cabang, sedang daunnya bersirip genap. Bunganya yang kecil-kecil menggantung berwarna merah atau keunguan dengan buah memanjang dan dalamnya berongga berisi biji. Daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam.

Selain sebagai buah penyedap rasa, belimbing asam termasuk herbal yang cukup penting di dunia pengobatan tradisional. Kandungan kimia dari belimbing asam yang disebut asam oksalat dan kalium, cukup mujarab untuk mengatasi beberapa penyakit seperti batuk, sariawan beguk, juga encok. Berikut beberapa ramuan dari belimbing asam untuk mengatasi beberapa penyakit.

Batuk - Siapkan 1 genggam bunga belimbing asam dan satu potong gula batu. Bahan tersebut direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih hingga tinggal setengahnya. Air rebusan tersebut diminum pagi dan sore secara rutin.

Beguk - 10 lembar daun belimbing asam dan 4 siung bawang merah ditumbuk bersama-sama sampai halus. Tumbukan ini untuk bobok atau obat luar.

Encok - Satu genggam daun belimbing asam ditambah kapur sirih ditumbuk bersama-sama. Tumbukan tersebut digosokan sebagai param pada bagian tubuh yang encok.

Sariawan - Siapkan 11 kuntum bunga belimbing asam, asam jawa dan gula merah. Bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Diminum pagi dan sore.* Ki Suta - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya