Senin, 22 April 2024
Sosok Inspirasi

Ketapang, Manfaatnya Bisa Perkaya Rakyat

Selasa, 5 September 2023
katapang.jpg
Wasmowiyoto/KISUTA.com
POHON Ketapang yang kaya manfaat.*

KISUTA.com - Pagi dua hari itu, tanggal 30-31 Agustus 2023, kesadaran penulis tersentak. Bersama rekan-rekan, kami menghadiri sebuah acara di sebuah hotel tua di Kabupaten Ciamis. Di halaman belakang Hotel Tyara Plaza Jalan Jenderal Sudirman No. 185 itu, berdiri anggun sebuah pohon tinggi besar dan anggun: Ketapang.

Pohon peneduh lingkungan itu pasti tumbuh di banyak daerah di Indonesia. Daunnya yang umumnya rimbun dan menjulang tinggi itu mampu memberi kesejukan lingkungannya. Apalagi jika jumlah pohonnya banyak. Dalam pikiran muncul pertanyaan, apakah pohon ketapang sekadar memberi kesejukan?

Pertanyaan yang lebih jauh adalah, apakah keberadaan pohon ketapang mampu memberi kemakmuran kepada rakyat Indonesia? Bukankah berkat kesuburan tanah Nusantara ini, penyanyi Koes Plus pernah mengingatkan bahwa “tongkat kayu yang ditancapkan di tanah bisa menjadi tanaman”.

Koes Plus yang kini sudah sepuh itu, pasti bermaksud mengingatkan bahwa rakyat Indonesia bisa kaya atau makmur berkat kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah. Tapi tentu saja kekayaan SDA yang melimpah itu jangan dibiarkan hanya menjadi bahan mentah. Dalam bahasa ekonomi-bisnis harus lebih dulu diolah sehingga memiliki banyak nilai tambah.

Potensi pohon Ketapang
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, layak dikutip tulisan Linda Wige Ningrum berjudul Sebaran Jenis Tanaman Terminalia L Beserta Potensi Benihnya di Kebun Raya Puwodadi. Kebun Raya ini merupakan Pusat Riset Konservasi Tumbuh-tumbuhan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Jalan Raya Surabaya-Malang, Km 65 Pasuruan, Jawa Timur.

Salah satu koleksi jenis tanaman di kebun raya ini adalah Terminalia catappa L atau sering dikenal dengan sebutan Ketapang. Jenis tanaman ini termasuk dalam famili Combretaceae yang sering tumbuh di daerah beriklim tropis, terutama di daerah pinggir pantai dan dikenal mempunyai kemampuan untuk beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan.

Pohon ketapang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai pohon peneduh di taman-taman, area rumah, maupun pinggir jalan. Dikarenakan banyaknya masyarakat menggunakan pohon ini sebagai pohon peneduh, sehingga selain daunnya yang mudah sekali berguguran, buah dan benihnya juga banyak berjatuhan dan berserakan di area tersebut serta belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Apalagi pemanfaatan benih ketapang masih minim karena banyak masyarakat yang belum mengetahui potensi benih ketapang yang terkandung di dalamnya. Karena itu penelitian di Kebun Raya Purwodadi bertujuan mengetahui sebaran jenis pohon ketapang di kawasan Kebun Raya Puwodadi beserta potensi benihnya.

Penelitian yang dilakukan selama dua bulan pada Juni-Juli 2021 menunjukkan, terdapat enam spesimen koleksi tanaman ketapang. Adapun manfaat benihnya, antara lain dapat digunakan sebagai sumber nutrisi atau gizi yang tinggi, sumber energi, sumber makanan, sumber minyak nabati, dan sumber olahan pangan.

Pohon ketapang dapat tumbuh secara optimal pada dataran rendah ketinggian 400 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 1.000-3.500 mm/tahun. Tumbuh subur di daerah tropis, ketapang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara maupun Polinesia hingga Australia bagian utara. Pohon ini juga bisa ditemui di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika Timur, Afrika Barat, Pakistan, India, juga Madagaskar.

Ketapang dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi, di hutan primer maupun sekunder, hutan campuran, hutan rawa, hutan pantai, hutan jati atau sepanjang sungai. Berkat besar manfaatnya, hasil penelitian tersebut juga telah di-upload oleh Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alaudin Makassar.

Manfaat daun ketapang bagi kesehatan
Daun ketapang ternyata juga memiliki banyak manfaat. Khasiat daun ketapang bisa didapatkan berkat ragam kandungan fitokimia yang ada di dalamnya: flavonoid, tannin, saponin, flavon, xanthanoes, flavonois, triterpenes sterorid, gallic acid, glycolsylated phenols, dan fitosterol. (Ihda Fadila, hellosehat.com)

Berkat kandungan-kandungan tersebut, daun ketapang dikenal memiliki sifat antioksidan, antikanker, antiperadangan, antivirus, antimikroba, antidiabetik, serta hepatoprotektif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Setidaknya terdapat delapan manfaat daun ketapang bagi kesehatan. Yakni, melawan kanker, membantu mengobati penyakit hati, membantu melawan diabetes, membantu mengobati radang sendi, mengurangi risiko penyakit kronis, mengobati penyakit kulit, mengobati infeksi jamur, mengobati sakit perut dan kepala.

Di beberapa negara, daun ketapang dijadikan sebagai jus, terutama yang masih muda. Jus ini bisa diminum untuk mengatasi keluhan pada perut atau dioleskan ke area kulit yang bermasalah. Beberapa lainnya juga menggunakan daun ini dalam bentuk ekstrak. Ekstrak daun ketapang tersedia di pasaran.

Namun dokter Carla Pramudita Susanto (General Practitioner-Klinik Laboratorium Pramita) mengingatkan, meski diyakini memiliki beberapa manfaat di atas, masyarakat perlu memahami bahwa efek dari daun ketapang ini tidak sama pada setiap orang.

Beberapa khasiat di atas pun belum terbukti efektif untuk mengobati penyakit. Untuk itu, sebaiknya obat herbal tidak digunakan sebagai pengobatan utama. Masyarakat disarankan untuk tetap berkonsultasi kepada dokter untuk mengatasi panyakit yang dialaminya. Tanyakan juga keamanan penggunaan daun ketapang sesuai kondisi Anda.* wasmowiyoto-kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya