Senin, 22 April 2024
Unik Menarik
Tips Kesehatan

Dokter RS UNS Berikan Tips Pencegahan Penyakit Polio

Kamis, 11 Januari 2024
febi.jpg
Humas UNS
dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A.

KISUTA.com - Awal Januari 2024 kemarin, Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio. Hal ini menyusul ditemukannya satu kasus positif polio di kabupaten tersebut. Melihat kejadian tersebut, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A. menyampaikan tips mencegah penyakit polio.

Polio atau Poliomielitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan hingga kematian. Virus polio ditularkan melalui tertelannya makanan atau air yang terkontaminasi oleh virus polio tersebut. “Virus polio tersebut masuk ke saluran cerna lalu ke sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan,” terang dr. Debby, Kamis (11/1/2024).

Polio dapat dicegah dengan melakukan imunisasi polio sesuai jadwal. Kemenkes menyediakan imunisasi polio secara gratis di semua fasilitas kesehatan pemerintah. Imunisasi yang diberikan yaitu vaksin polio tetes atau Oral Polio Vaccine (OPV) pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan vaksin polio suntik atau Inactivated Polio Vaccine (IPV) yaitu diberikan pada usia 4 bulan dan 9 bulan.

Lantas bagaimana dampak jika anak tidak diberi imunisasi Polio? Menurut dr. Debby, ketika anak tidak mendapatkan imunisasi polio, maka anak tentunya akan lebih rentan terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Kedua, anak yang tidak diimunisasi beresiko tinggi menjadi sumber penularan penyakit polio kepada orang lain. Ketiga, tidak adanya cakupan imunisasi yang memadai dapat meningkatkan terjadinya wabah polio.

Faktor terjadinya KLB di Klaten karena adanya imunisasi polio yang tidak lengkap dan imunisasi lengkap tapi anak malnutrisi atau ketidakseimbangan nutrisi tubuh. Lantas apa saja yang menjadi faktor risiko terjadinya penularan polio? Faktor risiko terjadinya penularan polio yaitu karena rendahnya cakupan imunisasi polio, kondisi kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih yang kurang baik serta masih adanya individu yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan di sungai atau pada sumber air yang digunakan sehari-hari.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penularan polio diantaranya pastikan anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia yaitu 4 kali imunisasi polio tetes dan dua kali imunisasi polio suntik sebelum usia satu tahun. Kedua, menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti BAB di jamban dan cuci tangan sebelum makan dan setelah Buang Air Kecil (BAK) maupun BAB. “Ketiga, segera Laporkan kepada petugas kesehatan apabila menemukan anak dengan gejala lumpuh layu,” pungkas dr. Debby.* das-kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya