Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Imam Abu Suja

Minggu, 13 Januari 2013

ADA karya agung ciptaan seorang yang adiluhung: kitab At-Taqrib karya Ahmad Al-Isfahani yang lebih dikenal sebagai Imam Abu Suja.

Kitab At-Taqrib berisi tentang fiqih. At-Taqrib diberi uraian (sarah) oleh Imam Abul Qosim dengan nama Fathul Qhorib. Kitab ini juga diberi catatan-catatan tambahan (hasiah) oleh Syaehul Azhar Al-Bajuri. At-Taqrib juga sekarang diberi ta’liq (catatan kaki) oleh Syeh Dr. Al-Bugho, guru besar di Universitas Damascus Syiria, yang memuat dalil baik dari Al-Quran maupun hadits dan diberi nama kitab Al-Tadzhib. Kitab yang diciptakan pada abad lima Hijriyah ini merupakan kitab standar tentang fiqih yang dijadikan acuan sampai sekarang.

Yang tak kalah menarik, “bobot” penciptanya. Perjalanan hidup Imam Abu Suja memang teramat aheng sekaligus luhung. Beliau pernah menjabat hakim dan menteri di Bagdad Madinatussalam. Setelah pensiun beliau pindah ke Madinah, tinggal di Masjid Nabawi melanjutkan tradisi ahlussufah. “Pekerjaan” barunya, menyapu, membersihkan kamar madi, memasang lampu, atau pekerjaan kasar lainnya di Masjid Nabawi.

Imam Abu Suja dikaruniai kesehatan dan umur panjang. Pada suatu hari ada seseorang yang bertanya kepada “marebot” Masjid Nabawi ini. “Anda berusia sangat tinggi, tapi sehat-sehat saja.”

Imam Abu Suja menjawab, “Saya dilahirkan sehat, dan alhamdulillah sampai tua saya sehat karena saya hidup hanya untuk ibadah.”

Imam Abu Suja wafat pada tahun 444 Hijriyah pada usia 180 tahun. Beliau dikubur dekat bab jibril di Masjid Nabawi.* Abu Ainun - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya