Selasa, 2 Juni 2026
Artikel Opini

Untuk Kita Renungi

Minggu, 13 Januari 2013

PEMBURU syurga tidak akan berhenti pada tahap mimpi. Ada asa yang harus diwujudkan, ada pengorbanan yang harus dikeluarkan, ada amal dan karya nyata yang harus dipersembahkan.

Ketika wajah penat memikirkan problematika dunia, maka berwudhulah. Ketika tangan letih menggapai cita, maka tengadahkanlah untuk berdoa. Ketika kaki lelah menapak, rukulah. Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah… 

Mari kita renungi firman Allah SWT dalam Hadis Qudsy: “Wahai manusia…jangan engkau menjadi orang yang terlambat dalam bertaubat, membumbung angan-angan dan mengharap kenikmatan hidup di akhirat tanpa amal. 

Berkata seperti ahli ibadah, beramal seperti orang munafik… 

Jika diberi karunia tidak pernah mau menerima apa adanya. Jika tidak diberi tidak mau bersabar. 

Mengajak berbuat baik pada orang lain tapi ia sendiri mengabaikannya. Mencegah orang lain agar tidak berbuat nista, sementara ia sendiri melakukannya. 

Mencintai orang yang suka berbuat baik, namun ia sendiri tidak termasuk di dalamnya. Membenci orang yang bersikap hipokrit, padahal ia termasuk di dalamnya. 

Mengatakan sesuatu yang tidak ia perbuat dan melakukan apa yang ia cegah. Menuntut orang lain memenuhi janji, namun ia sendiri mengkhianatinya. 

Wahai manusia! Dalam setiap pergantian hari, sesungguhnya bumi selalu berkata kepadamu. 

Wahai manusia! Engkau berjalan di atas punggungku. Kemudian jenazahmu ditaruh di dalam perutku. Engkau makan sesuka hatimu di atas punggungku dan setelah itu ulat-ulat memakan bangkaimu di dalam perutku. 

Wahai manusia! Sungguh aku ini adalah sarang binatang buas, rumah saling menuntut, rumah tempat tinggal bersama, rumah kegelapan, sarang ular dan kalajengking. Maka hendaknya engkau membangun diriku, bukan justru memporak-porandakan diriku.” (“Peringatan-peringatan Ilahi dalam Hadis Qudsy-Imam al-Ghazali”). 

Sesungguhnya para pemburu syurga tidak akan pernah merugi, tidak mengenal kata henti. Tiap peluhnya akan menjadi mutiara, air matanya akan menjadi cahaya. Lelahnya sebagai penebus dosa dan gugurnya bernilai ibadah.* HD Sutarjan-kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya