Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Mush’ab bin Umair (3)

Mahkota para Syuhada

Selasa, 22 Januari 2013

BEBAN yang dipikul Mush’ab sebagai utusan Rasulullah di Madinah sangatlah berat. Namun berbekal karunia Allah, yaitu pikiran yang cerdas, dan budi yang luhur serta sifat zuhud, kejujuran, dan kesungguhan hati yang dimilikinya, akhirnya ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga mereka berduyun-duyun masuk Islam.

Selama di Madinah, Mush’ab bin Umair tinggal di kediaman As’ad bin Zararah. Berdua dengan As’ad, Mush’ab mengunjuingi kabilah-kabilah, rumah-rumah, dan tempat-tempat pertemuan untuk menyampaikan kalimatullah bahwa “Allah Tuhan Yang Maha Esa”. Tak jarang dalam menjalankan misinya, Mush’ab harus menghadapi peristiwa-peristiwa yang mengancam keselamatan dirinya. Tapi lagi-lagi, berkat kecerdasannya semuanya itu bisa diatasinya, sehingga tugasnya untuk mengajak penduduk Madinah masuk agama Islam berjalan lancar.

Berkat keberaniannya dan kecerdasannya, akhirnya Usaid bin Hudlair, Kepala Suku Kabilah Abdul Asyhal yang pernah mengancam keselamatan jiwanya, menyatakan diri masuk agama Islam. Keislaman Usai disusul oleh Sa’ad bin Mu’adz, sa’ad bin ‘Ubadah. Dal;am waktu tak begitu lama, “Mush’ab yang baik” telah mengajak sebagian besar penduduk Madinah masuk agama Islam.

Keberhasilan ini memicu dendam yang semakin dalam di hati orang-orang Quraisy yang kemudian mengobarkan peran Uhud. Belajar dari kekalahan saat perang Badar, kaum Quraisy mengadakan serangan tiba-tiba kepada kaum muslimin. Saat itulah, Mush’ab melihat bahwa serangan kaum Quraisy diarahkan kepada Rasulullah SAW, sehingga dengan keberaniannya Mush’ab berusaha mengalihkan perhatian musuh dari Rasulullah SAW.

Meski sendiri, Mush’ab tampil laksana pasukan tentara besar. Sebelah tangannya memegang bendera dan sebelah tanganya lagi menebas pedang. Namun musuh semakin banyak dan Mush’ab tak kuasa melawan seorang diri, sampai akhirnya tubuh yang kedua tangannya sudah putus ditebas musuh itu gugur.

Demi cintanya yang tiada batas kepada Rasulullah, setiap kali pedang jatuh menerbangkan sebelah tangannya, dihiburnya dirinya dengan ucapan, “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul”.

Kalimat Mush’ab itulah yang kemudian dikukuhkan sebagai wahyu yang akhirnya menjadi ayat Al-Quran yang selalu dibaca umat Islam. Mush’ab bin Umair, duta Islam yang pertama gugur dalam perang Uhud sebagai mahkota para syuhada. (Abu Ainun/”Karakteristik Perihidup Sahabat Rasulullah”-kisuta.com)***


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya