Usia 7 Tahun, Sudah Mampu Mengoperasi Orang
ANAK-ANAK paling senang bermain dokter-dokteran. Sering kita lihat, beberapa anak-anak mencoba memerankan seorang dokter dengan menggunakan alat-alat seadanya. Pasiennya pun hanyalah boneka.
Bagaimana ceritanya kalau anak usia 7 tahun melakukan operasi layaknya dokter sungguhan, dengan pasien yang juga sungguhan, seorang manusia? Di India, ada seorang anak yang melakukan hal itu, dialah Akrit Pran Jaswal. Kejeniusannya telah menjadi inspirasi bagi anak-anak di India untuk maju. Seperti kita ketahui, India merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki banyak penduduk miskin. Dari 1,21 miliar penduduknya, hampir 77% masuk kategori miskin.

Di negara berjuluk ”Negeri Barata” ini, kemiskinan memang identik dengan keterbelakangan dalam hal pendidikan. Tak heran kalau Akrit menjadi inspirasi kemajuan bagi anak-anak seusianya. Lahir di Nurpur, desa terpencil di India, Akrit menjadi “dokter” termuda di India. Tanpa memperoleh gelar di bidang kedokteran, Akrit melakukan operasi berdasarkan ilmu bedah yang didapatkannya secara otodidak.
Begini ceritanya, ketika Akrit berusia 7 tahun, datang ke rumah keluarganya, seorang gadis kecil dan orangtuanya. Karena tak mempunyai biaya, orangtua gadis kecil itu membawa anaknya yang mengalami luka bakar pada jarinya kepada Akrit yang saat itu sudah diketahui mempunyai kecerdasan luar biasa dengan IQ 146. Akrit menerima permintaan itu dan melakukan prosedur pertama medis di rumahnya, untuk memisahkan jari-jari gadis kecil yang terbakar dan menyatu. Pembedahan berhasil dilakukan oleh Akrit, “dokter” yang tidak mengenyam pendidikan formal kedokteran.
Lahir pada 23 April 1993, Akrit sejak kecil sudah menunjukkan kegeniusannya sejak kecil.. Pada usia 10 bulan sudah dapat berbicara, usia 5 tahun sudah membaca buku sains dan anatomi, dan usia 6 tahun berkeinginan mempelajari medis. Akrit menguasai buku-buku yang dibacanya dengan kebiasaan belajar selama 1 jam tiap hari. Akrit mengembangkan ilmu pengetahuan medisnya dengan mengunjungi rumah sakit dan melihat proses langsung operasi pembedahan. Dokter di rumah sakit setempat membiarkannya melihat proses operasi , sehingga Akrit terinspirasi untuk mempelajari medis.
Pada usia 12 tahun, Akrit diterima di Universitas Punjab, Lahore, dan menjadi mahasiswa termuda di India. Pada tahun 2005, dia di undang ke Imperial College, London, untuk diuji kecerdasannya dan bertukar pikiran tentang penelitian medis. Menghabiskan waktu dua minggu, Akrit Jaswal dites oleh, Profesor Mustafa Djamgoz (Peneliti Biologi dunia), Anup Patel (Ahli bedah dan kosultan Urologi), para inkuisitor, Tim Fokus IQ terkemuka di Inggris, dan Rosemary (Psikolog anak). Kepada mereka Akrit mengatakan bahwa dia memiliki jutaan ide dikepalanya namun saat ini dia hanya mau fokus dalam menemukan pengobatan untuk kanker dan AIDS.
“Saya sedang mengembangkan konsep yang dinamakan sebagai oral gene theraphy yang berdasarkan teori dan penelitian saya,” katanya.
Anak muda Hindu Rajput dari Jaswal marga dari Punjab ini, sekarang sedang menjalani program S1 Zoologi, Botani, dan Kimia. Dia ingin melanjutkan S2-nya di Universitas Harvard. Cita-cita terbesarnya dapat menemukan obat penyembuh kanker. Keinginannya tersebut muncul ketika suatu waktu melihat penderita kanker terbaring di pinggir jalan raya karena tidak sanggup menanggung biaya pengobatan di rumah sakit. Saat itu Akrit bertekat, suatu saat menggunakan kecerdasannya untuk mengurangi penderitaan mereka.
”Saya sudah sering ke rumah sakit sejak usia 6 tahun dan sudah melihat orang-orang menderita karena sakit. Saya sangat sedih sehingga saya merasa terdorong untuk menemukan obat-obatan khusus kanker,” ujar penggemar kriket. (Ati Suprihatin-kisuta.com)***


